News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Liga Super Indonesia

Bepe: Pemain Dipaksa Mengerti, Tapi Manajemen Tak Mau Mengerti

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemain Persija Jakarta yang mogok main, Bambang Pamungkas berfoto dengan fans saat menghadiri pertadingan Persija melawan Persisam Samarinda, yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (6/1/2013). Persija berbagi angka bersama Persisam setelah kedua tim mencapai hasil seri 1-1 dalam lanjutan Indonesia Super League 2013. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM – Bintang Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, hingga saat ini masih belum mau menandatangani kontrak barunya di klub kebanggaan warga Jakarta itu. Bersama sejumlah rekannya, pemain yang akrab di sapa Bepe itu menuntut manajemen Persija melunasi sisa gaji musim lalu, sebelum ia menandatangani kontrak baru.

Melalui tulisan terbaru di blog pribadinya, Bepe mengungkapkan uneg-uneg dan alasan kenapa ia bersikap tegas, dengan cara tidak mau menandatangani kontrak baru.

“Permasalahan keterlambatan gaji di dunia sepakbola Indonesia sejujurnya tidak hanya baru-baru ini saja terjadi, melainkan sudah bertahun-tahun atau mungkin puluhan tahun. Mengapa sekarang menjadi hal yang begitu besar? Karena kebetulan banyak sekali kasus ketidakadilan yang menimpa pemain terjadi pada musim kemarin,” tulis Bepe dikutip Tribunnews.com dari blog pribadinya (bambangpamungkas20.com), Kamis (10/1/2012).

“Sampai kapan pemain dipaksa untuk mengerti dengan keadaan manajemen, sementara manajemen tidak pernah mau mengerti dengan segala permasalahan yang dialami oleh pemain? Sampai kapan kita hanya melakukan solidaritas dengan aksi "patungan", untuk membantu rekan kita sesama pemain yang sedang mengalami kesulitan akibat keterlambatan gaji?,” tulisnya lagi.

Ia mengatakan, sepakbola sendiri pada hakekatnya dimainkan untuk menjalin persahabatan, persaudaraan, dan juga persatuan. Oleh karena itu, ada rasa saling menghargai di sana. “Esensi itulah yang akhir-akhir ini mulai terkikis di negeri ini. Rasa saling menghargai antar pelaku sepakbola di Indonesia sudah mulai hilang,” imbuhnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini