TRIBUNNEWS.COM – AS Roma memetik modal positif pada laga semifinal leg pertama Coppa Italia. Francesco Totti cs menang tipis 2-1 kala menjamu tamunya, Inter Milan, Kamis (24/1/2013) dinihari WIB.
Kedua tim tampi agresif sejak awal laga, namun tuan rumah unggul terlebih dahulu pada menit ke-13. Melalui serangan dari sisi kanan, Ivan Piris melepas umpan silang terukur ke kotak penalti. Alessandro Florensi menyambut dengan tandukan yang tak mampu diantisipasi oleh penjanga gawang Samir Handanovic.
I Giallorossi hampir saja menggandakan keunggulan. Sayang setelah Mattia Destro melepas sodoran matang, sepakan Francesco Totti masih bisa digagalkan oleh pergerakan kaki Handanovic. Sambutan Erik Lamela terhadap bola liar pun masih melebar.
Serangan demi serangan yang dilancarkan Roma baru menuai hasil 12 menit jelang turun minum. Lagi-lagi melalui umpan silang Ivan Piris. Mattia Destro dengan mudah menyambut bola dengan kepalanya. Roma unggul 2-0.
Akan tetapi, armada Zdenek Zeman justru lengah pada akhir babak. Esteban Cambiasso melancarkan bola lambung ke kotak penalti. Maarten Sketelenburg coba menjangkau bola, namun Rodrigo Palacio lebih cepat menyontek bola ke gawang tuan rumah. Gol striker asal Argentina ini sekaligus menutup paruh pertama.
Memasuki babak kedua, Pelatih Andrea Stramaccioni coba menerapkan beberapa perubahan. Yuto Nagatomo masuk menggantikan Joel Obi. Dengan ini, Stramaccioni pun menanggalkan skema tiga bek dan beralih ke 4-4-2.
Ritme permainan I Nerazzurri memang membaik, tapi tidak dengan ancaman yang ditebar. Pada sebuah kesempatan, Fredy Guarin melepas tembakan keras. Namun, arahnya masih jauh dari sasaran. Alih-alih meningkatkan performanya, Guarin malah menerima kartu kuning lantaran sebuah tekelnya. Dengan ini, dia terpaksa absen pada leg kedua di Giuseppe Meazza.
Pun demikian dengan aksi pemain pengganti, Ricky Alvarez. Winger asal Argentina itu sempat mencuri boloa dari kaki Simone Perrotta. Bola pun digiring mendekati kotak penalti. Perrotta tak tinggal diam dan memblok sepakan Alvarez yang terlampau lemah. Keunggulan tuan rumah berakhir hingga akhir laga.
Kemenangan ini mendekatkan Pelatih Zdenek Zeman pada sebuah sejarah anyar. Bila mempertahankan keunggulan agregat pada leg kedua, allenatore asal Republik Cheska ini bakal mencatat partai final perdana sepanjang kariernya.
Baca tanpa iklan