Laporan Wartawan Tribunnews.com, Husein Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, ROMA - Gelandang AS Roma Daniele De Rossi meminta kepada penduduk Roma agar meninggalkan semua senjata dan pisau yang mereka miliki di rumah. Dia khawatir akan terjadi peperangan di ibukota Italia.
Ya, potensi terjadinya perang saudara di Roma sangat besar ketika dua rival sekota, AS Roma dan Lazio, terlibat bentrok panas pada laga final Coppa Italia yang akan dipanggungkan di Stadion Olimpico, Minggu (26/5/2013) malam.
Masalahnya derbi antara kedua klub ibukota kerap berujung bentrok dan diwarnai kekerasan. Bahkan, dua orang menjadi korban penusukan jelang pertemuan kedua tim di laga Serie A Italia, April lalu. De Rossi berharap, insiden serupa tidak akan terjadi lagi.
"Ini akan menjadi pesta yang menyenangkan. Banyak orang yang ingin datang ke stadion untuk melakukan selebrasi. Saya harap mereka akan meninggalkan semua senjata dan pisau mereka di rumah," kata De Rossi kepada Corriere dello Sport, kemarin.
Setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkan laga ini bakal berlangsung emosional. Selain bertajuk Deby della Capitale, pertemuan dua tim sekota akan memperebutkan gelar juara Coppa Italia plus tiket mentas ke Liga Europa musim depan.
"Kami tahu laga ini dibayangi tensi tinggi dan di lapangan kami harus menjadi yang pertama untuk tidak bertindak berlebihan karena itu mungkin memicu sesuatu yang tidak menyenangkan," ungkap De Rossi.
"Kami ingin menang dan bermain bagus karena kami tahu pentingnya laga ini, tapi terdapat tanggung jawab besar karena laga ini tidak boleh diwarnai emosi tinggi," tambah gelandang Timnas Italia itu.
Gengsi pertandingan ini juga diungkapkan El Capitano Roma, Francesco Totti. Dia menegaskan laga melawan Lazio di final Coppa Italia tak ubahnya partai final Liga Champions bagi Roma.
"Di final Coppa Italia pada 26 Mei, kami akan bermain melawan Lazio di level yang sama seperti saat kami bermain di final Liga Champions. Mencetak semua gol tersebut bukanlah hal yang mudah, tapi tujuan utama saya sudah jelas," ungkap Totti.
Pemain 36 tahun ini memang akan menjadikan final Coppa Italia itu sebagai fokus utamanya dan mengesampingkan rekor personal yang mungkin dicatatnya. Totti hingga saat ini memang masih menjadi goal getter Roma.
Tapi sayangnya penyerang veteran yang dipuja fans fanatik Roma itu selalu gagal menjebol gawang Lazio. Akibatnya, Roma masih dibayangi rekor buruk pertemuan dengan Lazio dimana mereka belum pernah menang dalam empat pertemuan terakhir.
Lazio juga akan memanfaatkan laga ini sebaik mungkin untuk meraih prestasi musim ini. Maklum, Si Biru Langit juga gagal meraih tiket Eropa musim ini setelah finis di ketujuh dengan poin 61, satu strip di bawah Roma (62 poin).
Penyerang gaek Miroslav Klose bakal memanaskan persaingan Derby della Capitale. Usai dua bulan meringkuk di ruang operasi, Klose kembali ke lapangan dengan taji tajam.
Dia empat kali mencetak gol ke gawang Bologna untuk melengkapi 16 gol yang dicetaknya musim ini di semua kompetisi. "Saya sangat menikmati peranku. Kembali ke dalam skuad dengan mencetak gol selalu jadi hal luar biasa," kata bomber vetaran asal Jerman itu.
Well, suhu pertarungan Derby della Capitale dengan iming-iming gelar juara Coppa dan tiket ke Liga Europa ini dipastikan membara. Bak pertarungan para gladiator medan laga.
Namun suasana panas di lapangan diharapkan tidak sampai meluas ke luar lapangan untuk menghindari bentrok antara Romanisti dan Laziale, yang senantiasa terlibat kekerasan dalam derbi Roma.
Baca tanpa iklan