TRIBUNNEWS.COM, SOREANG - Laga derbi tim satu kota yang mempertemukan Persib Bandung dengan Pelita Bandung Raya (PBR) di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (11/6) sore, akhirnya berhasil dimenangi Persib dengan skor tipis 4-3. Meski menang, Persib harus bekerja keras untuk meredam gaya impresif PBR yang nyaris bisa menahan imbang dalam laga yang berlangsung seru dan panas itu.
Bahkan bukan tidak mungkin motivasi PBR yang terus naik dalam pertandingan itu bisa membuat Persib terjungkal di hadapan puluhan ribu bobotoh yang memadati Si Jalak Harupat. Namun berkat kegigihan para penggawa Pangeran Biru, skor tipis itu bisa bertahan hingga permainan usai.
Begitu pertandingan dimulai, Maung Bandung langsung berinisiatif melakukan tekanan kepada PBR. Saat pertandingan baru berjalan dua menit, Persib langsung memperoleh peluang melalui kaki M Ridwan. Sayang tendangan kaki kanan Ridwan dari samping kiri gawang Tema Mursadat masih melenceng jauh ke atas mistar gawang.
Beberapa menit berikutnya giliran Gaston Castano memperoleh peluang manis. Gaston, yang sudah berhadapan dengan kiper Persib, Shahar Ginanjar, tak mampu mengonversinya menjadi gol. Tendangan kaki kiri Gaston dapat ditepis Shahar.
Terlalu asyik menekan, Persib harus kecolongan lebih dahulu saat Sekou Camara menaklukkan Shahar di menit ke-30. Berawal dari umpan Marwan Sayedeh dari sayap kiri PBR, Camara membawa bola mendekat kotak penalti. Tidak terlalu lama kemudian dia menceploskan bola ke pojok kanan gawang Shahar yang sudah mati langkah.
Tertinggal satu gol, Persib mencoba bangkit. Kesempatan manis datang. Umpan lambung Atep ke gawang Tema disundul Abanda Herman yang secara bersamaan berebut bola dengan Tema. Bola pantul itu dimanfaatkan Sergio van Dijk dengan sempurna ke gawang PBR yang sudah kosong melompong. Gol pun tercipta yang mengubah kedudukan menjadi 1-1. Kedudukan imbang ini tidak bertahan lama karena Persib mampu menambah gol dan berbalik unggul melalui kaki Supardi di menit ke-45. Kedudukan 2-1 bertahan hingga turun minum.
Persib kembali menggempur pertahanan PBR di babak kedua. Menit ke-46, tendangan gelandang Asri Akbar masih bisa ditepis Tema. Namun pasukan The Boys are Back tidak mau menyerah begitu saja. Menit ke-52 giliran saudara muda Maung Bandung yang menyerang melalui Arsyad. Beruntung tendangan Arsyad masih bisa ditangkap dengan baik oleh Shahar.
Pada menit ke-60 dalam sebuah skema serangan, Persib berhasil menambah pundi-pundi gol melalui kaki Kenji Adachihara. Gol Kenji ini memanfaatkan sodoran manis Sergio van Dijk. Tak berselang lama, Persib berhasil menambah koleksi gol melalui sang striker Sergio di menit ke-69. Gol Sergio yang tercipta dengan indah ini memanfaatkan bola crossing dari sayap kanan Persib. Hanya dengan mencop bola dengan kaki kanannya, Sergio mampu mengubah bola lambung itu menjadi gol dan menambah keunggulan jadi 4-1.
Terlalu asyik menyerang, Pesib lengah dengan pertahanannya sendiri. Sebuah serangan yang berawal dari kaki Gaston Castano dapat dimanfaatkan Marwan Sayedeh menjadi gol penyemangat PBR. Bola tembakan Marwan di luar kotak penalti pada menit ke-80 tak mampu dijangkau Shahar.
Hanya berselang dua menit, sebuah kesalahan kembali dilakukan para pemain belakang Persib yang membuat PBR mampu memperkecil ketinggalan menjadi 4-3 yang lagi-lagi dihasilkan dari kaki pemain Arab Saudi itu. Bola sodoran Arsyad kepada Marwan, yang berdiri bebas di sayap pertahanan kanan Persib, tak dapat dicegah oleh Abanda dan Supardi yang kemudian menyaksikan jala gawangnya kebobolan lagi.
Hingga menit-menit akhir pertandingan, kedua tim bersaudara ini masih terus saling melancarkan serangan. Namun hingga peluit akhir babak kedua ditiup, kedudukan tidak berubah untuk keunggulan Pangeran Biru 4-3.
Seusai pertandingan, pelatih Djadjang Nurdjaman merasa senang dengan tiga angka yang diraih timnya dalam pertandingan itu. Namun Djanur mengakui bahwa permainan PBR sangat bagus hingga mampu menempel perolehan gol Persib dalam pertandingan itu. "Saya akui dua gol terakhir PBR karena kita kecolongan. Lagi lagi (kecolongan) karena (pemain) hilang konsetrasi," kata Djanur.
Di kubu PBR, pelatih Daniel Darko Janackovic tidak menyangka bahwa pemainnya bisa mengimbangi permainan Persib. Bahkan menurutnya, timnya bisa saja menang jika faktor wasit tidak mengganggu konsentrasi para pemain. "Kami bisa menambah gol, tidak hanya tiga gol. Tapi dari sekian banyak kesempatan, kami hanya bisa menciptakan tiga gol dan Persib lebih banyak, empat gol," ujarnya.
Meski berhasil meraih tiga poin, posisi Persib masih tetap berada di posisi empat klasemen sementara dengan poin 44. Persib terpaut satu poin dari Sriwijaya yang bercokol di posisi tiga. (set/tis/tribun jabar)
Baca tanpa iklan