Laporan Wartawan Surya, Zainuddin
TRIBUNNEWS.COM – Pelatih tim Arema Arema Indonesia, Rahmad Darmawan, punya pekerjaan besar menjelang duel melawan Sriwijaya FC di Stadion Sriwijaya, Jakabaring, Minggu (23/6/2013). Rahmad Darmawan harus segera menemukan pemain yang bisa mengontrol bola di lini tengah.
Inilah hasil evaluasi Rahmad Darmawan (RD), setelah melihat permainan anak asuhnya melawan Pelita Bandung Raya (PBR) di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (1/6/2013) kemarin.
Rahmad Darmawan mengakui bahwa tim besutannya butuh pengontrol dan penguasa bola di lini tengah. Saat laga melawan PBR, Alberto ‘Beto’ Goncalves kesulitan menjadi pendorong serangan, terutama di babak pertama.
Makanya Rahmad memasukkan Dendi Santoso menggantikan Beto di menit 73. Sejak masuknya pemain asli Malang ini, pola serangan Singo Edan semakin rapi. Ditambah peranan Edmar Gracia yang dimasukan ke penghujung pertandingan. Sayangnya peluang yang tercipta tidak membuahkan gol tambahan.
“Gerakan tanpa bola Beto memang bagus. Tapi dia sulit menembus pertahanan PBR karena sering kehilangan bola,” kata RD kepada Surya Online, Rabu (19/6/2013).
Bukan hanya Beto yang menjadi sorotan pelatih asal Metro Lampung ini. Pemain lainnya sering kehilangan bola karena monoton dalam melakukan serangan. Dia berharap anak asuhnya bisa bervariasi dalam melakukan serangan dalam laga kontra Sriwijaya FC nanti.
Apalagi masuknya Greg Nwokolo diharapkan mampu mewarnai pola serangan tim kebanggaan Aremania ini. “Masalah utama anak-anak memang ada di variasi serangan,” tambahnya.
Baca tanpa iklan