TRIBUNNEWS.COM - KALAH adu penalti dari tim dari Slovenia, NK KRSKO, di final kelompok usia di bawah 14 tahun Gothia Cup 2013, di Gothenburg, Swedia, Sabtu (20/7), membuat ASIOP Apacinti gagal mewujudkan ambisinya menjadi juara di turnamen sepak bola anak-anak dan remaja itu.
Dalam adu penalti iitu, dua eksekutor ASIOP, Rizky Wahyudi dan Reza M Ilham, gagal menjalankan tugasnya.
Adapun tiga penendang yang berhasil melaksanakan tugasnya Fafa M Zuhud, Azwar Ferdy Kurniawan, dan Rizky Aprilia Wibisono.
Sementara empat algojo NK KRSKO, yaitu David Kovacte, Vid Goricar, Miha Mirt, dan Miha Kerin sukses menjebol gawang ASIOP.
Keberhasilan ASIOP finis di posisi runner-up menjadi prestasi tertinggi tim asal Indonesia yang berpartisipasi di kejuaraan yang disebut Piala Dunia anak-anak dan remaja itu.
Sebanyak empat tim lain yang mewakili Indonesia, yaitu MFA Soccer School, Garuda Keadilan FC, Javan Hawk Academy, dan Kreasia Indonesia FC tersisih di babak-babak sebelumnya
Manajer ASIOP, Young Alamsyah, mengatakan, timnya kalah dengan terhormat.
"Kami sudah berusaha sebaik mungkin untuk sampai ke partai final. Meski akhirnya kalah, kami tetap bisa mengharumkan nama bangsa," kata Young kepada Berita Kota Super Ball, Minggu (21/7).
Young menucapkan terima kasih kepada tim dan semua pihak yang telah bekerja keras demi mengibarkan Merah Putih di Gothia Cup 2013.
"Ini prestasi paling tinggi Indonesia di Gothia Cup. Pada tahun lalu, perwakilan Indonesia, Kabomania, hanya berhasil di posisi tiga. Makanya meski kalah, tetapi kami tetap terhormat. Mudah-mudahan tahun depan kami bisa mewujudkan mimpi menjadi juara," ujar Young.
Young mengaku fokus memberikan pengalaman kepada anak-anak asuhnya untuk mengikuti berbagai kejuaraan internasional.
"Tanggal 25 Juli 2013, kami akan mengirim tim terbaiknya di kelompok usia 12 ke Norway Cup," tutur Young.
Selengkapnya di edisi cetak Berita Kota Super Ball
Baca tanpa iklan