News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dokter Timnas : Pemain Bola Jangan Asal Mengonsumsi Suplemen

Editor: Dewi Pratiwi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Para pemain Pelita Bandung Raya berdoa di samping jenazah Sekou Camara

TRIBUNNEWS.COM - Kematian mendadak pemain Pelita Bandung Raya, Camara Sekou, menyisakan rasa duka di dunia sepak bola Indonesia.

Kasus ini harus menjadi catatan pesepak bola nasional untuk menjaga kesehatannya dengan baik.

Pasalnya, meski berkutat di dunia olahraga, namun ancaman mati mendadak bisa menghampiri siapa pun. Pemain harus menjaga pola makan termasuk mengonsumsi obat atau suplemen.

Dokter Timnas Senior Indonesia, dr Syarif Alwi menyarankan kepada pelatih dan dokter tim seluruh klub di Indonesia untuk memperhatikan obat atau konsumen yang dikonsumsi pemain.

"Saya tidak mengatakan penyebab kematian Camara karena salah mengonsumsi obat atau suplemen. Tetapi salah mengonsumsi obat atau suplemen justru bisa berakibat fatal," kata Syarif kepada Berita Kota Super Ball, Kamis (1/8).

Menurut Syarif, pesepak bola tidak dilarang mengonsumsi obat atau suplemen yang bisa meningkatkan tenaga. Tetapi harus benar dalam memilihnya.

"Sebaiknya pemain mengonsumsi obat atau suplemen berdasarkan rujukan dari dokter tim. Jangan sekali-kali mengonsumsi suplemen atau obat di luar. Itu berbahaya, karena tidak diketahui kandungannya. Salah memilih bisa berefek buruk bagi jantung," ucap Syarif.

Bahkan, kata Syarif, obat atau suplemen yang dibeli bebas bisa saja terkontaminasi doping atau zat berbahaya. Hal itu pernah terjadi pada pesepak bola yang dulu ketahuan mengonsumsi suplemen bernama Reaktifan.

Setiap mengonsumsi Reaktifan, pesepak bola bisa tampil maksimal dan lebih bertenaga. Setelah diteliti, ternyata mengandung ampetamin yang digunakan sebagai bahan baku ekstasi. Akhirnya, suplemen itu ditarik dari peredaran karena termasuk psikotropika.

Jika suplemen itu terus dikonsumsi akan membahayakan nyawa pesepak bola. "Kalau mau membeli suplemen atau obat yang dijual bebas harus sesuai atau terdaftar di Food Drugs Ssosiation atau BPOM," jelas Syarif.

Selengkapnya di edisi cetak Berita Kota Super Ball

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini