News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Piala AFF U19

Pemasukan Tiket Tembus Rp 1 Miliar

Editor: Ravianto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Loket Dibakar - Loket tiket stadion Gelora Delta Sidoarjo tak lagi bisa melayani suporter Indonesia. Loket tersebut telah dibakar massa lantaran kecewa tidak mendapatkan tiket laga Indonesia kontra Vietnam, Minggu (22/9/2013)

TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO - Sebanyak 27.000 lembar tiket laga final Indonesia lawan Vietnam pada Piala AFF U-19 di Stadion Geora Delta Sidoarjo ludes terjual, Minggu (22/9/2013). Panitia Pelaksana (Panpel) event ini pun mendapat pemasukan kotor Rp 1 miliar lebih.

Tiket sudah ludes terjual pada Minggu siang (22/9/2013), jauh dari pertandingan yang dimulai pukul 19.30 WIB. Stadion Gelora Delta pun penuh sesak dengan penonton yang sebagian besar beratribut merah-merah.

Pada pertandingan final, ada tiga kategri harga tiket. Tiket tribun VIP dijual Rp 100.000 per lembar (ada 500 lembar), tribun utama dihargai Rp 75.000 (5.500 lembar), dan tribun ekonomi Rp 30.000 (21.000 lembar).

Direktur Bisnis PSSI Edi Prasetyo mengakui, tiket sebanyak 27.000 lembar terjual. Animo pecinta sepak bola Indonesia sangat tinggi.

"Saya sebenarnya belum bisa mengatakan jumlah pemasukan berapa, karena masih dihitung oleh bendahara," sebut Edi saat ditemui di sela-sela pertandingan, Minggu (22/9/2013).

Meski demikian, Edi mengaku, dengan jumlah tiket 27.000 lembar, maka pemasukan kotor dari penjualan tiket penonton diperkirakan menembus Rp 1 miliar lebih.

Edi megatakan, ada empat pertandingan di Sidoarjo yang disaksikan banyak penonton. Selain laga puncak, tiga pertandingan yang dibanjiri penonton adalah partai Indonesia lawan Malaysia, Vietnam dan semifinal Garuda Muda kontra Timor Lorosae.
"Pertandingan lawan Malaysia ada sebanyak 21.840 lembar yang terjual. Kemudian tiket pertandingan semifinal masih sisa, tidak sampai habis," terang Edi.

Edi menjelaskan, pemasukan laga final yang mencapai Rp 1 miliar lebih itu masih kotor. Karena belum dipotong dengan pajak, biaya keamanan, oparsional penpel dan lainnya.

"Nanti pajak dipotong saat laga masih jalan. Saya tidak mau pajak dihitung setelah laga usai," tegas Edi.
Di Sidoarjo, kata Edi, pajak tontonan olehraga sejatinya sebesar 25 persen.

"Alhamdulilah, pajak akhirnya hanya 15 persen saja. Saya mengucapkan terima kasih," cetusnya.

Menurut Edi, pajak tontonan olahraga idealnya sebesar 5 persen saja. Alasannya, supaya Panpel atau penyelenggara event ikut bertanggung jawab terhadap pajak.

"Jangan digratiskan pajaknya, nanti tak ada tanggung jawab. Harus ada pajaknya, idealnya 5 persen," tutup Edi.(fathkul alamy/surya)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini