TRIBUNNEWS.COM - Pesepakbola Selandia Baru, Marco Rojas, menjadi "bintang" di kalangan wartawan Meksiko.
Dia sampai mau jatuh terjengkang digeruduk sekitar 40 wartawan, saat skuad All Whites itu tiba di Mexico City.
Padahal pertandingan antara Meksiko kontra Selandia Baru belum berlangsung. Bahkan belum tentu juga Rojas dimainkan pada pertandingan yang akan berlangsung pada Kamis (14/11/2013) dini hari itu. Segala perhatian kepadanya itu tak lain dan tak bukan karena dia satu-satunya pemain Selandia Baru yang bisa berbahasa Spanyol.
Untung saja saat itu kepolisian Meksiko menerjunkan lebih banyak aparat untuk berjaga saat kedatangan Timnas Selandia Baru, Senin sekitar pukul 23.30 waktu setempat. Butuh tambahan 20 polisi untuk membuka jalan bagi pemain Selandia Baru berdarah Cile dari pihak ayahnya itu.
"Saya belum pernah mengalami yang seperti ini," kata pemain berusia 22 tahun tersebut.
Para wartawan Meksiko sebenarnya juga tidak menanyakan soal sepak bola atau pertandingan besok kepada gelandang serang VfB Stuttgart itu. Salah satu pertanyaan seorang reporter, tentu dalam bahasa Spanyol, adalah, "Apakah kamu akan mengajari teman-teman kamu bahasa Spanyol?"
"Kami sudah punya panggilan kesayangan buat dia, El Marcito atau Marco kecil," kata seorang reporter. Katanya, Marco Rojas seperti mempunyai sihir untuk menarik wartawan Meksiko untuk menyukainya.
Rojas sendiri merasa takjub sekaligus keder akan bermain di Stadion Azteca. Namun dia percaya All Whites akan menjadi kuda hitam seperti yang sudah-sudah.
Selengkapnya baca edisi cetak Berita Kota Super Ball, Rabu (13/11/2013)
Baca tanpa iklan