TRIBUNNEWS.COM, MALANG - DC United mendapat hasil mengecewakan melakoni tur ke Indonesia. Dua kali menghadapi tim Liga Super Indonesia (LSI), dua kali pula menelan kekalahan.
Menghadapi Persib Bandung di Stadion Si Jalan Harupat, Jumat (6/12/2013), DC United kalah 2-1. Menghadapi Arema Cronus di Stadion Kanjuruhan, Minggu (8/12/2013), kontestan asal Amerika Serikat (AS) ini juga mengalami kekalahan 2-1 dari Arema Cronus.
Pelatih DC United, Ben Olsen mengakui kekalahan adalah hal meyakitkan bagi semua tim. Pemecatan termasuk resiko bagi pelatih atau pemainnya. Ben pun siap dipecat dengan dua kali kekalahan yang dialami anak asuhnya dalam dua laga persahabatan ini. “Pemecatan adalah resiko. Saya sudah siap menghadapinya,” kata Ben usai laga.
Tapi bagi Ben, melakoni laga persahabatan di Indonesia menjadi pengalaman bagi tim pelatih dan pemain. Dalam waktu dua hari, anak asuhnya harus melakoni dua laga. Padahal selama meniti karir di sepakbola, Ben belum merasakan dua laga dalam dua hari.
Ben juga tidak menyangka Singo Edan memberi perlawanan sengit terhadap serangan anak asuhnya. Menurutnya, pola serangan Arema Cronus tidak ditemukan di klub lain. Bahkan Ben yang sudah merasakan atmosfer sepakbola di berbagai negara pun tidak pernah menemukan lawan seperti Arema Cronus.
“Arema Cronus adalah tim bagus. Ini menjadi pengalaman baru bagi kami,” tambahnya.(zainuddin/surya)