News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

PSSI Dianggap Otoriter karena Bungkam Pengkritiknya Pakai Somasi

Penulis: Deodatus Pradipto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kuasa hukum Apung Widadi, Muhnur Satyahaprabu (kanan) saat memberikan keterangan pers di kantor KONTRAS, Jakarta, Rabu (12/2/2014). Menurut Muhnur somasi yang diajukan oleh PSSI merupakan kepentingan oknum terkait.

Laporan Wartawan Tribunnews.com Deodatus S Pradipto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dinilai berlaku sewenang-wenang atau otoriter, karena membungkam suara masyarakat yang mengkritiknya.

Somasi terhadap aktivis Save Our Soccer (SOS) Apung Widadi, dianggap sebagai bukti perlakuan sewenang-wenang tersebut.

Muhnur Satyahaprabu, Kuasa hukum Apung Widadi, menilai somasi yang diajukan PSSI kepada kliennya sebagai upaya yang salah.

Menurut Muhnur somasi tersebut membungkam kebebasan kliennya berekspresi.

"Kami melihat upaya somasi adalah upaya yang salah, karena menyangkut kebebasan berekspresi Apung di Facebook. Itu kesalahan besar, karena Facebook merupakan milik publik untuk mencurahkan ide," kata Muhnur, Rabu (12/2/2014).

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin lalu PSSI melayangkan somasi kepada Apung terkait tulisannya di akun Facebook Forum Diskusi Suporter Sepakbola Indonesia (FDSI).

"Kasihan ya timnas U-19, pendapatan dari hak siar SCTV senilai Rp 16 miliar diputar LNM untuk membiayai Persebaya palsu," tulis Apung.

"Kalau ide itu disomasi, itu adalah upaya PSSI membungkam kebebasan," ujar Muhnur.

Muhnur mengatakan, pihaknya menunggu somasi yang diajukan oleh PSSI. Muhnur menegaskan somasi itu akan dibalas sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini