News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Polda Jabar: Islah The Jak-Viking Jangan Hanya Formalitas Belaka

Penulis: Jun Mahares
Editor: Dewi Pratiwi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompu (kanan) Ketua Viking, pendukung fanatik Persib Bandung, Heru Joko (dua dari kanan) berjabatan tangan dengan Ketua Umum The Jakmania, Larico Rangga Mone (tiga dari kanan), Waka Poda Metro Jaya Brigadir Jenderal Polisi Sudjarno (tengah),Larico Ranggamone,Ketua Umum Viking, Heru Joko dan Waka Poda Jawa Barat Brigjen Pol. Rycko Amelza Dahniedi Mapolres Bogor, Jawa Barat,Jumat (11/4/2014). Acara ini merupakan islah dua kubu pendukung Persija dan Persib yang selalu bersitegang saat kedua kesebelasan itu berlaga. (Warta Kota/Adhy Kelana)

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Deklarasi damai yang diusung The Jakmania dan Viking di Mapolres Bogor, Jumat (11/4/2014), diharapkan tidak hanya sebagai formalitas belaka. Kedua kelompok bertikai ini masih dalam evaluasi apakah bisa berdampingan di dalam stadion.

Upaya perdamaian yang difasilitasi Polda Jabar dan Polda Metro Jaya itu diharapkan menjadi lampu kuning bagi suporter anarkis. Kedua kelompok suporter ini harus benar-benar menjaga etika jika ingin izin penonton dikeluarkan.

Duel Persib kontra Persija yang sedianya dihelat di Stadion Si Jalak Harupat, pada 22 Februari lalu batal digelar. Itu karena larangan izin dari pihak kepolisian akibat kericuhan yang dilakukan suporter Persib kala The Jakmania hadir di Bandung saat dijamu PBR, lima hari sebelumnya.

Operator Liga Super Indonesia pun mengubah jadwal pertemuan Persib vs Persija pada tanggal 8 Mei di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung.

"Secara teknis izin pertandingan Persib lawan Persija itu sudah dikeluarkan Mabes Polri. Polda Jabar dan Polda Metrojaya akan memberikan rekomendasi jika sudah yakin dan perdamaian ini benar-benar diaplikasikan," kata Wakapolda Jabar Brigjen Pol Rycko Amelza Dahniel.

Rycko menyatakan kedua pihak harus gencar melakukan sosialisasi kepada anggota masing-masing hingga ke level bawah. Sebab, pertemuan para petinggi suporter tidak akan menjamin ketertiban jika tidak ada kesepakatan di bawahnya.

"Yang hadir saat ini masih sebagian kecil, jadi perlu proses sosialisasi, juga proses untuk menyatukan pola pengamanan yang ketat," ujarnya.

Polda Jabar juga berharap pertandingan tersebut bisa berjalan sesuai jadwal. Namun, kedua kelompok suporter harus benar-benar menerapkan perjanjian yang sudah disepakati.

"Industri sepakbola ini bukan hanya untuk kepentingan ekonomi, tapi hiburan juga buat warga. Makanya harus aman dan nyaman buat siapapun. Kalau ribut-ribut, siapa yang mau lirik?" ungkap Rycko.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini