News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Piala Dunia 2014

Jangan Berteriak atau Melawan saat Dirampok di Kota Ini

Penulis: Yudie Thirzano
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemandangan terminal penumpang Bandara Internasional Guarulhos di Sao Paulo, Brasil usai peresmian pada 20 Mei 2014. Sao Paulo menjadi salah satu dari 12 kota penyelenggara Piala Dunia 2014.

TRIBUNNEWS.COM, SAO PAULO - Menjelang pembukaan Piala Dunia 2014 Brasil, kepolisian setempat dikabarkan mengedarkan seruan yang perlu diperhatikan serius oleh para turis. Ini terkait situasi perampokan di kota-kota besar.

"Jangan melawan, berteriak atau berdebat," demikian tulis salah satu selebaran berisi tips keamanan yang dikompilasi oleh Kepolisian Sao Paulo.

Rencananya, tips keamanan ini akan disebarkan dalam empat bahasa yang berbeda. Demikian diberitakan surat kabar terbitan Sao Paulo Estadao de Sao Paulo.

Dikutip BBC, seruan itu sebagai upaya polisi mencegah terjadinya "latrocinios" alias kejahatan yang berujung pembunuhan. "Para turis umumnya datang dari Eropa dan AS, di mana mereka tidak sering melihat kejahatan semacam ini," kata perwira polisi Mario Leite penanggungjawab keamanan Piala Dunia di Sao Paulo.

Leite menyarankan para turis tak memamerkan benda-benda berharga yang bisa mengundang penjahat. Petunjuk tersebut terkesan ekstrim, tapi itulah kenyataan di Brasil. "Jangan menyesali saat susu sudah tumpah," katanya.

NBC melaporkan sektor pariwisata Brasil berharap kehadiran sekitar 600 ribu turis asing terkait Piala Dunia di negeri Samba itu

Peringatan atas ancaman kejahatan di Brasil juga disebarkan oleh Biro Keamanan Diplomatik Departemen Negara AS melalui laman Dewan Penasihat Keamanan Luar Negeri (OSAC).

Terkait bahaya kejahatan di Brasil, Pemerintah Jepang juga menyebarkan peringatan serupa pertengahan Mei ini. "Pemberitahuan itu mengatakan bahwa jumlah pembunuhan yang terjadi di negara bagian Recife adalah 43 kali lebih tinggi daripada di Jepang, sementara perampokan ada sekitar 200 kali lebih banyak. Frekuensi kejahatan juga tinggi di daerah lain," demikian laporan AFP dikutip Japan Today.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini