News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Timnas U-19 Tinggalkan Pola Makan Prasmanan dan Beralih ke Program Diet

Editor: Dewi Pratiwi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tim Nasional Indonesia U-19, menyantap makan siang usai melakukan training camp (TC) atau pemusatan latihan di Hotel Yasmin, Karawaci, Tangerang, Banten, Selasa (29/4/2014). Latihan dimaksudkan sebagai persiapan untuk menghadapi laga uji coba melawan Myanmar U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada Senin depan. (Super Ball/Feri Setiawan)

TRIBUNNEWS.COM - Tim Nasional Indonesia U-19 meninggalkan pola makan prasmanan dan beralih ke diet makanan sesuai kebutuhan nutrisi pemain. Diet makan antarpemain saat istirahat, latihan dan bertanding berbeda-beda tergantung kebutuhan nutrisi tubuh masing-masing.

Hasil diet ini membuat performa pemain semakin meningkat, baik saat latihan dan juga bertanding.

"Ini program sports nutrition yang sudah diterapkan di negara maju. Jadi menu makanan yang diberikan berbeda sesuai kebutuhan nutrisi tubuh setiap pemain. Tidak lagi cara parasmanan seperti dulu," ujar dokter Timnas U-19 dr Alfan Nur Asyhar kepada Harian Super Ball, Jumat (6/6/2014).

Alfan menjelaskan, program diet ini mengacu hasil riset nutrisi yang dilakukan timnas bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Program Diploma (Prodi) Gizi Kesehatan terkait Peningkatan kualitas kesehatan bidang nutrisi.

Dijelaskan Alfan, kebutuhan nutrisi pemain itu diukur dari komposisi tubuh atau somatotype, status hidrasi, profil urin dan pengukuran nutrisi yang masuk dan keluar.

Hasil pengukuran itu diketahui riwayat jumlah nutrisi pemain apakah kelebihan atau kekurangan. Seperti, jumlah karbohidrat, protein, kolesterol, serat dan asupan air.

Hasil ini yang membedakan porsi makanan dan menu makanan yang diberikan kepada setiap pemain untuk menurunkan kadar berlebih dan meningkatkan kekurangan.

Bukan hanya makanan, asupan air yang dikonsumsi pemain pun berbeda-beda.

"Jadi makanan atlet itu tidak bisa disamaratakan, semuanya sesuai kebutuhan nutrisi. Hasilnya mereka mengaku lebih bugar dan performanya meningkat," ujarnya.


Baca di KORAN SUPER BALL, Sabtu (7/6/2014)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini