News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mes Legendaris Persebaya Merana

Pemain Legendaris Menangis Melihat Koleksi Piala Persebaya Berdebu

Editor: Ravianto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Deretan piala dan trofi yang pernah diraih Persebaya kini dibiarkan berdebu. Foto diambil Selasa (10/6/2014).

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Subodro alias Bodem, salah satu pemain legendaris Persebaya, ingat betul saat dia dan kawan-kawannya merebut Juara Perserikatan pada 1976-1978.

Para pemain harus menjalani pertandingan yang dramatis saat bertanding melawan Persema Malang. Sempat tertinggal 0-1, Persebaya berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1.

”Gol kemenangan kala itu dicetak Abdul Kadir saat pertandingan hanya menyisakan 2 menit. Gol itu juga indah. Kadir menjebloskan bola dari tendangan sudut langsung. Saat itu, pemain Persema tertuju pada Rudi (Rudi Keltjes) yang posturnya tinggi,” kenang Bodem.

Namun, mantan pesepakbola yang gantung sepatu pada 1985 itu tidak tahu di lemari mana piala kemenangan itu disimpan.

Bodem lantas menuju lemari di dekat ruang makan. Di situ dia kembali menemukan kenangan.

Dia mengamati Piala Utama yang direbut pada 1990. Piala itu mirip liga super di era saat ini. Juara perserikatan, diadu dengan juara Galatama.

Saat itu, Bodem menjadi pelatih bersama almarhum Rusdi Bahalwan. Di pertandingan pamungkas, Persebaya berhasil mengalahkan Persib Bandung dengan skor tipis 3-2.

Pertandingan di gelar di Gelora Bung Karno yang saat itu bernama Senayan. Bodem lantas membersihkan Piala Juara Divisi I. Digosoknya benda itu hingga mengkilap.

Piala berwarna perak itu bagi Bodem, melengkapi perjuangannya di Persebaya. Sejarah Bodem di Persebaya begitu lengkap. Dia gemilang saat menjadi pemain, sukses menjadi pelatih dan bisa membawa Persebaya juara saat duduk di kursi asisten manager.

Hidup Bodem seolah ditakdirkan tidak pernah jauh dari Persebaya. Selama karirnya bermain bola, Persebaya-lah satu-satunya tim yang dibela.

”Saya menangis kalau mengingat kondisi kita seperti ini. Piala yang menjadi bukti kejayaan dan kebanggan kita tidak terawat,” katanya. (ben/idl/ook/surya)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini