TRIBUNNEWS.COM - Duel Spanyol versus Belanda di Piala Dunia 2014 ini fenomenal. Pasalnya, untuk pertama kali dalam sejarah Piala Dunia, finalis dari edisi sebelumnya langsung bertarung di laga perdana penyisihan grup. Sebagai juara bertahan, Spanyol sangat termotivasi mempertahankan gelar. Namun, spirit Belanda berlipat untuk menuntaskan dendam atas kekalahannya 0-1 di final Piala Dunia 2010.
Pelatih La Furia Roja Vicente del Bosque kali ini lebih senang karena bisa memainkan striker baru Diego Costa. Tapi, bintang Atletico Madrid itu akan menghadapi sedikit tekanan karena dicap pengkhianat oleh bangsa Brasil yang melahirkannya.
Dibanding Fernando Torres, David Villa, dan Pedro Rodriguez, kontribusi Costa kepada Spanyol baru seumur jagung. Namun, Del Bosque yakin pada kemampuan Costa, yang bersinar di Atletico dengan 36 gol plus trofi La Liga musim lalu. Costa siap membayar kepercayaan pelatihnya dan melayani tekanan orang-orang Brasil yang membencinya.
"Kami akan menghadapi Belanda yang mungkin berbeda dengan empat tahun lalu. Kami tetap mewaspadai kebangkitannya," ujar Del Bosque.
Sementara itu, Pelatih Oranje Louis van Gaal ingin memasang lima bek untuk menahan gempuran Matador. Van Gaal agak sedih karena kehilangan raja lini tengah Kevin Strootman akibat cedera.
Taktik apa yang akan dipakai Belanda untuk membobol Spanyol? Arjen Robben menjawab, "Menurut saya, saat ini kami tak mungkin memainkan sepak bola indah. Kami harus terus menyerang sekeras dan seganas mungkin. Yang penting adalah hasil."
Robben akan diduetkan dengan Robin van Persie, sang kapten yang sempat dililit cedera akhir-akhir ini. Bagi Van Gaal, kebugaran striker Manchester United itu adalah kunci dalam rencananya untuk membalaskan dendam Belanda.
Di atas kertas, semua bursa memprediksi Spanyol menang. Bahkan, penyu bernama Luis dari Kedutaan Besar Belanda di Brasilia, Brasil, juga memilih Spanyol sebagai pemenang. Namun, bagi pengagum Belanda, nothing is impossible in football.
Baca di Koran Super Ball, Jumat (13/6/2014)
Baca tanpa iklan