TRIBUNNEWS.COM - Kemenangan Barcelona atas Athletic Bilbao 2-0 akhir pekan lalu menorehkan sejarah bagi skuat asuhan Luis Enrique. Barca dalam skuat asuhan pelatih berusia 44 tahun itu menjadi terbaik dalam 21 tahun di awal musim.
Sebelumnya tak ada rekor yang bisa menyamai Barca di musim 1993-94. Saat itu klub raksasa Catalan ini dalam asuhan pelatih Johan Cruyff. Pada tiga laga pertama di awal musim, skuad Cruyff mencatat rekor tak kebobolan.
Mereka tak kebobolan dalam 288 menit setelah menekuk Real Sociedad 3-0, Albicelete 0-0, dan Athletic Bilbao 0-0. Melakoni laga keempat, gawang skuad Cruyff kebobolan saat menghadapi Real Zaragoza pada kemenangan 4-1.
Di awal musim ini rekor Barca itu bahkan lebih meyakinkan. Skuad Enrique meraih tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan. Bahkan, catatan skuat Enrique itu lebih baik dari Barca di era Josep "Pep" Guardiola di musim 2008-09.
Di masa Guardiola, Barca malah menelan kekalahan dari Numancia (0-1) dan bermain imbang dengan Racing Santander (1-1) pada laga kedua. Barca baru memetik kemenangan pertama pada laga ketiga mereka saat menjamu Sporting Gijon (6-1).
"Tugas kiper adalah mengawal gawang tanpa kebobolan. Kami mempunyai peluang untuk mencetak banyak gol dan kemenangan ini membuat kami merasa sangat puas," ungkap kiper Claudio Bravo yang kini menjadi lebih percaya diri dalam musim pertamanya bersama Barca.
Bek anyar Jeremy Mathieu juga mempunyai peran dalam kekuatan baru Barca di barisan bertahan musim ini. Semula banyak yang meragukan bek gaek yang diboyong dari Valencia ini bisa berbuat banyak untuk Azulgrana. Tapi kini ia telah menjawab keraguan itu.
"Yang terpenting adalah dalam tiga laga yang telah dimainkan, kami tak kebobolan. Cara yang dilakukan tim sangat luar biasa dan mereka telah membuat saya sangat nyaman," ungkap Mathieu.
Baca di Koran Super Ball, Senin (15/9/2014)
Baca tanpa iklan