News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Cesc Fabregas Dukung Catalan Merdeka, Tapi Senang di Timnas Spanyol

Editor: Ravianto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemain timnas Catalan, Sergio Garcia (kiri) merayakan gol ke gawang Tanjung Verde bersama Cesc Fabregas.

TRIBUNNEWS.COM, BARCELONA - Gelandang Chelsea, Cesc Fabregas, memberikan komentar mengenai perdebatan seputar masalah kemerdekaan Catalan dan pengaruh hal tersebut bagi tim nasional Spanyol. Dia mengaku merasa dirinya adalah orang Spanyol.

Sebelumnya, mantan rekan setim Fabregas di Barcelona, Gerard Pique, menyatakan dukungannya jika Catalunya merdeka. Mantan bek Manchester United tersebut mengatakan 'ya' untuk referendum yang akan dilakukan pada 9 November mendatang. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai loyalitas Pique terhadap La Furia Roja.

Meskipun demikian, Fabregas, yang lahir di Arenys de Mar, sekitar 25 mil sebelah timur laut Barcelona, mengatakan bahwa secara pribadi dirinya merasa sebagai orang Catalan. Tetapi, Fabregas menegaskan bahwa dia sangat mendukung dan ingin tetap mengenakan kostum Spanyol.

"Aku merasa Catalan tetapi saya adalah orang Spanyol, meskipun aku memahami segala hal mengenai ini karena kami adalah sebuah negara yang senang berdebat mengenai hal ini," ujar Fabregas kepada Radio Marca.

"Ada sejumlah pemain yang merasa Catalan atau Basque tetapi di olahraga, kami semua orang Spanyol dan nyaman bermain untuk tim nasional. Kami tidak berpikir tentang Catalan pada saat yang sama karena menggabungkan olahraga dan politik sangat buruk."

"Aku merasa sebagai Catalan tetapi jika anda melihat pasporku, dikatakan bahwa aku orang Spanyol. Aku bangga bermain untuk negaraku."

Ketika ditanya mengenai referendum yang akan dilakukan, Fabregas mengatakan: "Hati nuraniku mengetahui siapa diriku dan apa yang aku inginkan. Aku pikir orang harus memilih dan bebas memperlihatkan apa yang mereka pikirkan."

"Jika itu adalah apa yang mereka inginkan, maka mereka harus mampu melakukannya karena tak ada kerusakan yang dilakukan kepada siapa pun. Ini seperti yang terjadi di Skotlandia dan orang harus bisa memutuskan apa yang mereka inginkan."

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini