News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rahmad Darmawan Pikul Beban Berat Persija Jakarta

Penulis: Jun Mahares
Editor: Dewi Pratiwi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Rahmad Darmawan saat menghadiri acara dialog sepak bola di sebuah stasiun televisi swasta, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (21/3/2013).

Laporan Wartawan Harian Super Ball, Jun Mahares

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Rahmad "RD" Darmawan memikul beban berat bersama Persija Jakarta. Setelah gagal mengantarkan tim bertabur bintang Persebaya Surabaya meraih titel juara LSI 2014, pelatih 47 tahun itu kini ditargetkan untuk menggondol trofi tertinggi ke Ibukota.

Sejak awal, manajemen tim berjulukan Macan Kemayoran terlalu ngotot membajak Dejan Antonic dari Pelita Bandung Raya. Setelah hampir dua bulan dinanti, pelatih asal Serbia itu ternyata memutuskan tetap bertahan di klub lamanya. Presiden Persija Jakarta Ferry Paulus mengaku gagal memboyong Dejan ke Jakarta. Namun, ia merasa beruntung bisa mendatangkan sosok Rahmad Darmawan, seorang pelatih berpengalaman yang tidak kalah kelas dari Dejan.(Baca: Peluang Persija Datangkan Dejan Antonic, Menipis)

"Persaingan dalam perekrutan pelatih memang memang keras. Ini bagian dari dinamika untuk mendapatkan pelatih ideal. Kita lupakan kegagalan mendatangkan Dejan, karena kita sudah dapat pelatih baru yang lebih baik soal reputasi dan prestasi," kata Ferry Paulus dalam jumpa pers di Kantor Persija, Senayan, Jakarta, kemarin.

Ferry berharap kesuksesan RD saat menangani Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC bisa kembali terulang di Ibukota. "Kami memiliki visi yang sama, yakni meraih juara. Kami harap RD bisa mewujudkan itu bersama kami seperti yang pernah dia raih di klub lainnya," ujarnya.

Kendati gagal membawa Persebaya Surabaya menembus semifinal LSI 2014, pelatih berkepala plontos punya ambisi mengukir prestasi baru bersama Macan Kemayoran. "Segala prestasi maupun kegagalan bersama klub yang saya tangani
sebelumnya adalah bagian dari proses untuk menjadi yang lebih baik. Saya siap menerima target (juara) yang dibebankan manajemen," tutur pelatih yang sukses meraih gelar juara Liga Indonesia 2005 bersama Persipura itu.

Kendati demikian, target juara bukan pekerjaan yang mudah diwujudkan. Dukungan penuh dari manajemen menjadi kunci utama. Persoalan finansial juga masuk dalam bagian pendukung yang dimaksud RD. Sebab, salah satu kegagalan RD di Persebaya adalah persoalan penunggakan gaji. Meski telah melakukan jor-joran mendatangkan sederet pemain bintang, tim berjulukan Bajul Ijo pun terlibat penunggakan gaji pemain.

"Target juara tidak bisa diraih begitu saja tanpa dukungan penuh dari sektor manajerial, staf pelatih, dan infrastruktur pendukung. Jika semua kebutuhan terpenuhi, target juara Insya Allah bisa kita raih bersama," bebernya.

Hingga saat ini manajemen tim Oranye masih menunggak empat bulan gaji pemainnya. Ini menjadi penyakit kambuhan yang kerap menyelimuti Persija. Garansi juara tidak bisa dibebankan kepada pelatih semata jika tidak disokong dengan manajemen yang sehat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini