TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Belasan suporter yang ditangkap diminta menyanyikan lagu Indonesia Raya di belakang gedung DPR, Minggu malam.
Mereka juga diminta menyanyikan lagu Padamu Negeri.
Suporter ini ditangkap di sekitar Hotel Mulia oleh pasukan gabungan polisi dan tentara yang dilengkapi senjata laras panjang dan gas air mata.
Selain itu, belasan suporter yang melakukan kerusuhan di sekitaran Palmerah mampu diamankan dan ditangkap oleh TNI.
Aparat TNI menangkap belasan suporter itu, mereka dipaksa menunduk dan disuruh melepas baju mereka.
Kerusuhan di sekitaran Palmerah dan di belakang gedung DPR RI pecah hanya beberapa saat sebelum laga Persib vs Sriwijaya FC berlangsung.
Dampak keributan suporter yang terjadi di Palmerah, Polisi akhirnya mengalihkan arus kendaraan.
Pengendara diminta menghindari lalu lintas arah tujuan Palmerah baik yang ke pasar maupun ke stasiun kereta api.
Polisi mengalihkan arus ke Jalan Asia Afrika. Tampak beberapa kendaraan yang melintas di depan gedung DPR RI dialihkan oleh polisi.
Keributan di kawasan Palmerah sempat pecah hanya beberapa saat jelang berlangsungnya laga Persib kontra Sriwijaya FC.
Beberapa lemparan batu dilakukan suporter, bebatuan yang sudah dilemparkan suporter saat ini masih berserakan di jalan yang berada di belakang gedung DPR.
Baca tanpa iklan