TRIBUNNEWS.COM - Lima gol plus dua assist yang dikemas Andrea Belotti dari total tujuh pertandingan yang dijalaninya bersama Torino musim ini. Catatan tersebut membuat I Granata sadar bahwa mereka harus memagari bomber berusia 22 tahun tersebut lewat klausul pelepasan dalam kontrak barunya.
Alasan Torino memasukkan klausul pelepasan karena Belotti kini tengah menjadi incaran klub-klub besar. Sebagai contoh, pemandu bakat Liverpool dilaporkan merekomendasikan pemain asal Italia itu agar terbang menuju Anfield. Calciomercato melaporkan bahwa kubu The Reds telah menjadikan Belotti sebagai target dalam bursa transfer mendatang.
Hal ini direspon Torino dengan menyodorkan kontrak baru pada Belotti yang membuatnya terikat hingga Juni 2021. Dalam kontrak tersebut, Belotti akan menerima gaji sebesar 800 ribu euro atau sekitar Rp 11 miliar per tahun plus bonus. Sedangkan klausul pelepasan yang tertera dalam kontrak tersebut berkisar 60-90 juta euro. Belotti pun dikabarkan telah menyetujui adanya klausul pelepasan dalam kontrak barunya.
Karir sepak bola Belotti saat ini memang sedang bersinar terang. Tak hanya menjadi incaran klub besar, dirinya kini menjadi pilihan utama Giampiero Ventura untuk mengisi lini depan Italia. Hasil ini seolah menjadi awal buah kerja keras Belotti selama meniti karir sebagai pesepak bola.
Dalam sebuah kesempatan wawancara, Belotti mengatakan dia harus rela mengorbankan masa mudanya untuk bersenang-senang agar karir sepak bolanya terus menanjak. Misalnya, ia harus tidur cepat dan tak bisa ikut pergi dugem bersama teman-temannya karena harus bertanding keesokan harinya.
"Sulit ketika saya masih berusia 16 tahun melihat teman-temanku pergi dugem. Saya harus tidur cepat dan hampir menangis karena harus bertanding keesokan harinya. Saya juga memilih jalan sulit dengan menolak Sampdoria dan Verona. Mengambil risiko bermain di Serie B," ujar Belotti seperti dilansir Football Italia.
"Ayahku bilang 'Jika kamu tak kelelahan saat meninggalkan lapangan, kamu belum memberikan segalanya'. Saya suka bekerja keras. Ketika saya pindah ke Palermo, saya setuju memangkas gaji menjadi 400 ribu euro. Karena mereka tak bisa menghabiskan terlalu banyak uang untuk seseorang yang datang dari divisi ketiga. Saya menggunakan uang itu sebagai investasi, bertaruh dengan diri sendiri," jelasnya.
Baca tanpa iklan