News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Liga Inggris

Teori Konspirasi Warnai Pemecatan Claudio Ranieri

Editor: Dewi Pratiwi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Harian Super Ball edisi Minggu (26/2/2017) halaman 5

TRIBUNNEWS.COM - Pemecatan Claudio Ranieri sebagai pelatih Leicester CIty sangat mengejutkan jagat sepak bola.

Tak mengherankan jika teori konspirasi ikut muncul dalam peristiwa ini, yakni pengkhianatan para pemain Rubah terhadap sang pelatih.

Jauh-jauh hari sebelum dipecat, media massa Inggris cukup kerap memberitakan soal "pemberontakan" di kamar ganti Leicester, setelah performa skuad Foxes alias Si Rubah itu merosot drastis.

Namun, kabar itu selalu dibantah oleh para pemain Leicester.

Hanya saja, pada Sabtu (25/2/2017) harian The Sun memberitakan ada 4 pemain senior Foxes, yang bertemu dengan pemilik sekaligus Presiden Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha dan putranya, Aiyawatt Srivaddhanaprabha.

Bahkan pertemuan itu sudah berlangsung 4 kali, dan yang terakhir terjadi sehari sebelum pemecatan itu.

Keempat pemain itu adalah Jamie Vardy, Kasper Schmeichel, Wes Morgan, dan Marc Albrighton.

Konon kabarnya, keempat orang inilah yang meminta agar Srivaddhanaprabha memecat Ranieri.

Padahal, pada 7 Februari 2017, Srivaddhanaprabha mengumumkan dukungan klub dan pribadinya kepada pelatih asal Italia ini.

Sebagaimana diberitakan The Sun, pertemuan pertama itu terjadi pada Desember 2016. Empat pemain itu bertemu John Rudkin, Direktur Sepak Bola Leicester.

Isi pertemuan adalah membahas ketidak-puasan pemain terhadap prestasi musim ini, yang juga menyatakan ketidak-senangan mereka terhadap beberapa keputusan Ranieri.

Ironisnya lagi, kabar pemecatan ini sebenarnya sudah diketahui para pemain, sebelum pertandingan lawan Sevilla.

Baca Selengkapnya Hanya di KORAN SUPER BALL, Minggu (26/2/2017)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini