News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Liga Indonesia

Persib Kalah dari Bali United karena Dua Hal Ini

Editor: Husein Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Skuat inti Persiba Balikpapan yang diturunkan melawan Persipura dalam Go-Jek Traveloka Liga 1 di Stadion Gajayana Malang, Senin (22/5/2017). SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Beban harus menang saat bemain melawan Bali United dan faktor kabugaran pemain menjadi penyebab Persib Bandung kalah 1-0 dalam lanjutan Liga 1, yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar Bali, Rabu (31/5).

Ini ulasan dari mantan pemain Persib Yudi Guntara, soal kekalahan pertama yang dialami tim Persib di Bali.

Menurut saya, Persib punya beban harus menang. itu makanya menjadikan Persib bermain tidak penuh motivasi dan tidak enjoy, seperti bingung apa yang harus diperbuat.

Pola serangan juga monoton, bola hanya tertuju kepada Febri dan itu sudah terbaca oleh lawan, tidak ada aksi individu atau variasi serangan yang dimainkan oleh Persib.

Di lini depan juga Sergio masih terlalu kaku, karena yang namanya cedera lutut itu susah menghilangkan traumanya, tapi satu-satunya jalan adalah harus sering memainkan dan ini baru pertandingan kedua bagi Sergio.

Kedua, saya menyoroti bahwa tingkat kebugaran pemain karena puasa juga terlihat, pemain Bali lebih agersif dan punya tenaga. Saya melihat, mungkin pemain Persib energinya tidak sebaik pemain Bali, karena kebugaran itu ada pengaruh juga.

Sebenarnya, kalau dari segi kebugaran Persib masih memiliki alaternatif lain misalkan memainakan pemain non muslim yang dari sisi kebugaran lebih baik dari pemain muslim.

Karena saya melihat tadi, pemain seperti Hariono, Dedi, Febri, Tantan dan Atep tidak bermain dengan penuh tenaga. Febri juga banyak melakukan gerakan-gerakan tidak efektif.

Ketiga itu presing yang tidak dilakukan oleh Persib, seperti membiarkan pemain Bali memainkan bola dengan leluasa apalagi di kotak pinalti.

Ke empat, emosi pemain belakang yang kadang lepas kontrol seperti Vladimir Vujovic kemudian tadi Ahmad Jufrianto juga.

Sekarang satu-satunya jalan adalah memaksimalkan semua pemain yang ada atau Persib akan terpuruk.

Kemudian, yang paling penting Persib harus membangkitkan mental bertandingnya dan Persib bermain tanpa beban. (Zasmi Abdurrahman)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini