TRIBUNNEWS.COM - Bek muda andalan Juventus, Matthijs De Ligt mengakui masih belum bisa menerima kenyataan timnya tersingkir pada babak 16 besar Liga Champions musim 2020/2021.
Pemain asal Belanda itu juga mengakui kegagalan Juventus turut mengubah target dan misi besar timnya dalam mengarungi musim ini.
Seperti yang diketahui Juventus harus tersingkir secara dramatis pada babak 16 besar Liga Champions, Rabu (10/3/2021) dinihari tadi.
Berlangsung di Allianz Stadium, Juventus sejatinya mampu memenangkan laga dengan skor 3-2 melawan Porto.
Baca juga: Hasil Liga Champions, Juventus Tersingkir Tragis, Ronaldo Merana, Kutukan Buffon Berlanjut?
Baca juga: HASIL Juventus vs Porto Liga Champions: Drama 5 Gol & Extra Time, Bianconeri Gagal ke Perempat Final
Baca juga: Reaksi Haaland Usai Bawa Dortmund Lolos 8 Besar Liga Champions, Sebut Kemenangan Gila
Hanya saja kemenangan itu terasa tak berguna karena Porto lebih berhak lolos lantaran unggul agregat gol tandang.
Porto berhasil unggul agregat gol tandang dengan skor 4-4 atas Juventus.
Juventus pun harus dipaksa menerima kenyataan bahwa mereka kembali gagal untuk melangkah lebih jauh dalam gelaran Liga Champions musim ini.
De Ligt yang selama ini menjadi palang pintu andalan Juventus turut menyesali nasib timnya tersebut.
Bek Timnas Belanda itu mengakui sangat sulit bagi Juventus untuk sekedar mengalahkan Porto yang bermain dengan sepuluh orang saja, dinihari tadi
"Ini sangat sulit, ketika anda bermain melawan 10 orang untuk hampir sepanjang pertandingan, selalu sulit untuk tampil seperti ini," ujar De Ligt kepada Sky Sports, dilansir Football Italia.
Lebih lanjut, De Ligt juga beranggapan Juventus sejatinya juga tidak bermain buruk melawan Porto pada leg kedua kali ini.
Hanya saja memang gol pembuka Porto membuat langkah Juventus terasa sulit karena harus mengejar ketertinggalan gol tandang.
"Saya tidak berpikir kami memulai dengan buruk melawan Porto, merea unggul 1-0 dan kemudian kami mulai bermain, jadi itu sudah terlambat," akui eks bek Ajax Amsterdam tersebut.
Baca juga: HASIL Liga Champions, Dortmund Singkirkan Sevilla, Magis Haaland Berbuah Rekor Penuh Sejarah
"Kami mampu melakukannya dengan baik pada babak kedua dengan kecepatan, peluang, dua gol, tetapi akhirnya bola tidak masuk ke gawang mereka lagi,".
De Ligt pun menyebut kegagalan Juventus melangkah ke fase berikutnya secara tidak langsung membuyarkan target dan misi besar timnya di Liga Champions musim ini.
"Tentu saja hasil ini mengubah musim kami, kami ingin berada terus di Liga Champions, dan sekarang kami tersingkir pada Maret, ini sangat sulit bagi kami," tutupnya.
Baca juga: AC Milan Lirik Luka Romero, si Pemecah Rekor Liga Spanyol yang Dijuluki The Next Messi
Tercatat dalam tiga musim beruntun, Juventus memang secara mengejutkan harus tersingkir pada babak lebih awal utamanya sejak mendatangkan Matthijs de Ligt dan Cristiano Ronaldo.
Sebelumnya Juventus harus gagal setelah disingkirkan Ajax Amsterdam (2018/2019) dan Lyon (2019/2020).
Kini, pada musim 2020/2021 ternyata Juventus kembali gagal setelah disingkirkan Porto lewat agregat gol tandang.
Kini, Juventus hanya berharap bisa mendapatkan gelar dalam dua kompetisi berbeda yakni Liga Italia dan Coppa Italia.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)