News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Liga 1

Gol Mbarga Benamkan Persib ke Posisi Bawah

Editor: cecep burdansyah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MENANG - Winger asal Kamerun milik Bali United Privat Mbarga berusaha melewati bek Persita Tangerang pada laga pekan ke-20 Liga 1 Liga 1 Indonesia 2021-2022, di Stadion I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Senin (17/1). Privat dan Rahmat mencetak gol untuk kemenangan Bali United 2-0.

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Pemain Bali United asal Kamerun Jean Marie Privat Mbarga kembali mencetak satu gol dan asis pada laga kontra Persita Tangerang di Stadion Ngurah Rai Denpasar, Senin (17/1) malam.

Bali United menang dengan skor 2-0 hail gol Privat dan M Rachmat.

Dengan hasil tiga poin ini, Bali United berhasil menggeser Persib Bandung di posisi keempat.

Bali United mengoleksi 38 poin. Bali United hanya beda dua poin dari pemuncak klasemen sementara Arema FC yang menjalani laga pekan ke-20 kontra PSIS Semarang di Stadion Dipta Gianyar, Senin malam.

Dalam dua laga, Privat telah mengoleksi dua asis dan dua gol untuk kemenangan Bali United.

Kemenangan Serdadu Tridatu dengan status clean sheet. Privat Mbarga memecah kebentuan Bali United pada menit 87 setelah tim sulit membongkar gawang Persita Tangerang.

Pada menit 87 Bali United berhasil memecah kebuntuan lewat gol Jean Marie Privat Mbarga menit 87.

Gol Privat Mbarga berawal dari akselerasi Brwa Nouri dari lini tengah yang mengirim umpan kepada M Rahmat yang melakukan shoting yang membentur pemain belakang Persita, kemudian dengan tenang dituntaskan Privat Mbarga.

Kemudian pada menit 90, gol kedua Bali United kembali tercipta. Kali ini berawal dari umpan jauh Privat Mbarga yang tak mampu diheading bek Persita Tangerang, dengan tenang di kontrol dan shoting M Rahmat. Gol kedua Bali United ini bertahan hingga akhir laga.

Dominasi skuat Bali United terlihat pada babak pertama berhasil di tahun Persita Tangerang dengan skor 0-0. Fadil Sausu dkk tak mampu konversi beberapa peluang menjadi gol.

Tercatat Bali United memiliki beberapa peluang emas melalui Ilija Spasojevic, Eber Bessa dan Willian Pacheco.

Krosing winger Bali United Stefano Lilipaly tak mampu disontek sempurna Spaso. Bola gagal melaju ke gawang Persita Tangerang yang dikawal Rendy Oscario.

Kembali Ilija Spasojevic mendapat peluang heading dari sepakan pojok Fadil Sausu, namun kondisinya masih sama. Dewi Fortuna belum memihak Bali United.

Spaso juga mendapat ruang shoting tanpa gangguan bek lawan, namun bola masih melenceng tipis. Kemudian peluang emas hadir lewat shoting keras Eber Bessa, namun masih bisa ditangkap sempurna kiper Persita.

Meski lebih banyak memeragakan bertahan, skuat Persita berhasil mendapat peluang dari serangan balik. Sayang shoting M Kasim Botan jarak dekat dari dalam kotak penalti masih melambung di atas mistar Wawan Hendrawan.

Kemudian peluang emas Persita Tangerang didapat dari free kick di pengujung babak pertama. Sayangnya bola melengkung hanya membentur mistar Wawan Hendrawan.

Hingga wasit utama Asep Yandis asal Jawa Barat meniup peluit penjang babak pertama, skor 0-0 tidak berubah. Kondisi Stadion Ngurah Rai Denpasar yang menjadi venue diguyur hujan saat pertengahan babak pertama.

Memasuki babak kedua, pelatih sementara Bali United Yogie Nugraha langsung mengganti Fadil Sausu dengan winger lincah Irfan Jaya. Irfan Jaya langsung mendapat peluang placing, namun tipis di atas gawang Persita Tangerang.

Serangan Bali United makin agresif dengan bertambah winger Irfan Jaya. Ada Stefano Lilipaly, dan Privat Mbarga. Sepak pojok beruntun didapat skuat Bali United yang menghasilkan heading Willian Pacheco, namun tak mengarah ke gawang.

Setelah peluang ini, Yogie Nugraha melakukan penggantian dua pemain sekaligus. Abduh Lestaluhu menggantikan Leonard Tupamahu, Kadek Agung menggantikan Ilija Spasojevic.

Kemudian Lerby Eliandry menggantikan Stefano Lilipaly dan M Rahmat menggantikan Eber Bessa. Setelah pergantian ini, Bali United lebih menggigit di lini depan.

Baca juga: Kasih Sayang ke Binatang Lahirkan Aplikasi KamiPetz, Start Up bagi Para Penyayang Binatang

Pengadil Tak Jeli

Pelatih Persita Tangerang Widodo Cahyono Putro murka setelah pelanggaran terhadap winger mudanya Muhamad Kasim Botan di dalam kotak penalti Bali United tak dianggap wasit sebagai pelanggaran.

Padahal terlihat jelas, bek Bali United Ricky Fajrin menjatuhkan pemain ini tanpa bola kakinya dalam kotak penalti Bali United.

Namun wasit utama Asep Yandis asal Jawa Barat tak memberikan penalti kepada Persita Tangerang sekira menit 80 pertandingan berlangsung.

Saat itu, skor kedua tim masih 0-0. WCP menyampaikan kekesalannya setelah Persita kalah 2-0 pada laga pekan ke-20 di Stadion Ngurah Rai.

"Bukan lihat kalah menang ya, tapi saya lihat 1.000 persen pelanggaran Kasim Botan penalti," tegas WCP, seusai laga.

WCP mengakui pemain Persita sedikit down setelah kejadian tersebut. Hal ini jadi pelajaran bagi semua pemain.

"Inilah pengadil lapangan di sepakbola kita. Tidak pernah menghargai, sepertinya, kerja keras pemain di lapangan. Bukalah mata hati mereka untuk fair play," tegas eks striker Timnas Indonesia ini.

WCP berharap ke depan pengadil lapangan hijau lebih baik, karena sepakbola Indonesia sementara menjadi sorotan masyarakat Indonesia.

Secara permainan, WCP mengapresiasi kinerja semua pemainnya. Dia mengucapkan terima kasih kepada semua pemain dan ofisial.

Kapten Persita Tangerang M Toha menyampaikan hal senada dengan WCP. Dia berharap ke depan pengadil lapangan lebih baik lagi.

"Ke depan kami akan berjuang untuk kembali meraih tiga poin dalam setiap pertandingan," katanya. (rik)

Baca juga: Sandi: Pariwisata Bali Jangan Terlalu Fokus ke Wisatawan Nusantara, Bisa Makan Waktu Lama

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini