News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Timnas Indonesia

Erick Thohir ''Teriak'' Butuh Dana Rp 1 Triliun untuk Program Sepak Bola Indonesia Berkelanjutan

Penulis: Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (Kiri) mengecek kondisi Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (7/9/2024).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan secara terbuka tantangan besar yang dihadapi dunia sepak bola Indonesia. 

Dalam upaya untuk mewujudkan program sepak bola Indonesia berkelanjutan, PSSI membutuhkan dana minimal sebesar Rp 1 triliun.

"Saya sampaikan, kalau sesuai dengan blueprint yang kami punya, itu kan minimum itu Rp 1  triliunan kalau memang kami ingin sustainable terus," ujar Erick, kepada awak media, Kamis (27/2/2025).

Meskipun demikian, saat ini PSSI baru berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 650 miliar.

Dana ini digunakan untuk berbagai program yang mendukung perkembangan tim nasional Indonesia (timnas) Indonesia.

Meski begitu, Erick mengakui masih banyak hal yang harus dilakukan dengan keterbatasan anggaran tersebut. 

"Ini kan masih Rp650 (miliar). Jadi, memang masih banyak untuk program-program yang kami coba lakukan dengan keterbatasan dana. Tapi, kami fokus tim nasional," jelas Erick.

Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia ke Australia, Pemain Abroad Tak ke Jakarta: Langsung Kumpul di Sydney

Untuk memaksimalkan pengumpulan dana, PSSI sudah membentuk PT Garuda Sepakbola Indonesia (GSI), yang memiliki hak atas pengelolaan aset tim nasional Indonesia.

Semua keuntungan yang diperoleh dari PT GSI akan langsung disalurkan untuk kepentingan pengembangan Timnas Indonesia, termasuk pemusatan latihan (TC) untuk semua kategori usia, baik putra maupun putri.

Erick menekankan, bahwa PT GSI bertujuan untuk mengelola seluruh hak kekayaan intelektual (IP rights) tim nasional, dan keuntungan yang didapat akan sepenuhnya digunakan untuk mendukung program-program timnas, bukan untuk dividen atau keuntungan pribadi.

"PT GSI itu kan dibentuk untuk memegang seluruh IP rights untuk kegiatan tim nasional," papar Erick yang juga Menteri BUMN itu.

"Nah, keuntungannya masalahnya ditaruh ke tim nasional semua. Jadi, bukan berupa dividen," jelasnya.

Baca juga: Daftar Negara yang Bidding Tuan Rumah Piala Asia 2031, Begini Respons PSSI Usai Dapat Pesaing Berat

Dengan dana yang cukup, Erick berharap sepak bola Indonesia bisa berkembang secara berkelanjutan, dengan fokus pada kualitas pemain, pelatih, hingga wasit, untuk membawa timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi di kancah internasional.
 
 


 
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini