PSSI Ambil Langkah Tegas, Wasit Asing Diturunkan di Laga PSIS vs PSS dan Persebaya vs Semen Padang
Wujud PSSI peduli dengan kompetisi. Liga 1 2024/2025 pekan 32 akan kedatangan wasit asing pada laga PSIS vs PSS dan Persebaya vs Semen Padang.
Penulis:
Muhammad Ali Yakub
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
TRIBUNNEWS.COM - Liga 1 2024/2025 pekan 32 akan kedatangan wasit asing pada laga PSIS Semarang vs PSS Sleman dan Persebaya Surabaya vs Semen Padang.
Kompetisi Liga 1 2024/2025 akan memasuki pekan-pekan krusial, dengan menyisakan tiga laga lagi.
Meski sang juara Liga 1 2024/2025 (Persib Bandung) sudah diketahui. Beberapa tim lainnya tengah berjuang untuk keluar dari lubang jarum zona degradasi.
Sayangnya, pekan ke-31 kemarin sempat diwarnai ketegangan, terutama dalam laga antara PSS Sleman dan PSM Makassar, diduga ada keputusan wasit yang berat sebelah, pada Sabtu, 3 Mei 2025.
Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan 3-1 untuk tuan rumah PSS Sleman.
Kontroversi muncul terkait kinerja wasit Nendia Rohaendi, yang dinilai berpihak ke PSS dan memicu protes dari kubu PSM.
Pada menit ke-12, Yuran Fernandes dinilai mendorong salah satu pemain PSS, namun wasit tidak menganggapnya sebagai pelanggaran.
Sebaliknya, pada menit ke-40, giliran gelandang PSM Fahrul Aditia yang terlihat didorong oleh pemain PSS di dalam kotak penalti. Namun, wasit kembali tidak memberikan pelanggaran dan bahkan enggan melakukan pengecekan ulang melalui VAR.
Gol ketiga PSS Sleman juga mendapat sorotan dari Bernardo Tavares.
Menurutnya, sebelum gol tercipta, Gustavo Tocantins terlebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap Syahrul Lasinari.
Namun, wasit membiarkan permainan terus berjalan hingga akhirnya PSM Makassar kebobolan.
Baca juga: PT LIB Percaya Diri Aturan Suporter Away Bisa Diterapkan di Liga 1 Musim Depan
Keputusan-keputusan kontroversial tersebut membuat pihak PSM geram.
Pelatih PSM, Bernardo Tavares hingga Yuran Fernandes pun tak bisa menutupi kemarahannya.
Tak hanya pihak PSM, Bos Semen Padang, Andre Rosiade juga mengutuk laga tersebut.
Kritik Andre Rosiade tersebut bukan tanpa sebab.