Ringkasan Berita:
- Final MLS 2025 antara Inter Miami vs Vancouver Whitecaps FC menjadi pertemuan ke-11 antara Lionel Messi menghadapi Thomas Muller
- Statistik mencatat Lionel Messi kalah telak ketika menghadapi Thomas Muller
- Thomas Muller mengirim psywar untuk Lag Pulga yang menyebut timnya lebih baik ketimbang Inter Miami
TRIBUNNEWS.COM - Final Major League Soccer atau MLS 2025 pertemukan Inter Miami vs Vancouver Whitecaps FC, menghadirkan sorotan yang tertuju kepada dua pesepak bola kesohor dunia, Lionel Messi dan Thomas Muller.
Statistik menunjukkan, Lionel Messi 'ampas' ketika menghadapi Thomas Muller, sepanjang pertemuan keduanya, baik di level klub maupun timnas.
Lionel Messi dan Thomas Muller dipastikan bakal beradu di partai puncak MLS 2025.
Hal ini terjadi usai klub Messi dan Muller berhasil meraih sukses di final wilayah timur dan wilayah barat playoff MLS 2025.
Bersama Messi, Inter Miami menggulingkan New York City 5-1 di final wilayah timur, Minggu (30/11) pagi WIB.
Setelah itu, Thomas Muller mengikuti jejak Messi usai membawa Vancouver Whitecaps FC mengalahkan San Diego FC via skor 3-1 di final wilayah barat.
Hasil tersebut memastikan duel Inter Miami vs Vancouver Whitecaps FC di MLS Cup 2025. Ini jadi final pertama bagi kedua tim dalam sejarah mereka.
Partai ini juga menjamin hadirnya juara baru di kompetisi tertinggi sepak bola Amerika Serikat.
Pertemuan terakhir Inter Miami dan Vancouver Whitecaps terjadi pada semifinal Concacaf Champions Cup 2025 April lalu, ketika Vancouver menang agregat 5-1 atas Miami.
Sementara itu, bentrok Inter Miami vs Whitecaps akan berlangsung pada Minggu (7/12/2025) pukul 02.30 WIB mendatang.
Baca juga: Head to Head Inter Miami vs Whitecaps: Meskipun Tertinggal, Messi Cs Pegang Keuntungan
Messi Cemilan Renyah Muller
Thomas Muller memberikan respons menyoal pertemuannya kontra Lionel Messi. Baginya, laga Vancouver menghadapi Inter Miami tidak sebatas soal duel Muller vs Messi.
Tak berhenti sampai di situ, psywar terlontar dari mulut Muller, yang menyebut Inter Miami akan lebih banyak bergantung kepada Messi.
"Ini bukan tentang Messi melawan Thomas Muller, ini tentang Miami melawan Whitecaps," ujarnya, dikutip dari laman resmi MLS.
"Mungkin mereka (Inter Miami-red) sedikit lebih mengandalkannya (Messi-red) daripada kami mengandalkan saya, karena kami tim yang sangat bagus, mengerti maksud saya?"
Statistik menunjukkan, Lionel Messi berada di pihak "pecundang" ketika menghadapi Thomas Muller.
Final MLS 2025 merupakan pertemuan ke-11 bagi kedua pemain. Menukil dari sumber yang sama, Muller mengemas 7 kemenangan atas Messi, baik itu saat membela timnas Jerman dan Bayern Munchen.
Lain cerita dengan La Pulga, julukan Messi, yang 'hanya' dua kali mengalahkan mantan pemain Die Roten tersebut. Sementara sisanya tujuh kekalahan dan sekali imbang.
"Pertandingan ini menjadi sedikit lebih penting daripada yang sebenarnya," renung Muller.
"Ini final Piala MLS. Tapi jika ini melibatkan pemain-pemain besar dan nama-nama besar di dunia sepak bola, maka ini akan sedikit lebih menarik bagi lebih banyak orang di dunia. Jadi, situasi yang sempurna untuk semua yang terlibat," papar pemain berusia 36 tahun.
Sebelum memastikan kemenangan atas San Diego, Thomas Muller sudah menyampaikan keinginannya untuk kembali bertemu Messi.
Dalam wawancaranya dengan MLS, ia mengatakan ingin menghadapi Inter Miami di final.
"Sejarah saya dengan (melawan Messi-red) memaksa saya untuk berharap ke final, tetapi saya akan memburu Anda (Messi-red) lagi.”
Pernyataan itu merujuk pada sejarah panjang keduanya, terutama ketika Jerman menaklukkan Argentina di final Piala Dunia 2014.
Meski sudah 36 tahun, Muller tetap menjadi figur penting di Whitecaps. Demikian pula Messi, yang kini berusia 38 tahun, di kubu Inter Miami.
(Tribunnews.com/Giri)
Baca tanpa iklan