Ringkasan Berita:
- Real Madrid menjadi tim palung sering menyia-nyiakan peluang emas yang bisa menjadi gol, jumlahnya mencapai 42 peluang emas.
- Kylian Mbappe dan Vinicius Junior menjadi pemain yang paling boros, jumlahnya 22 peluang dari kedua pemain tersebut.
- Statistik goal yang diharapkan Real Madrid dibandingkan Barcelona, Bayern Munchen, hingga Man City jauh lebih kecil.
TRIBUNNEWS.COM - Musim kompetisi 2025/2026 hampir masuk jeda musim dingin, masalah Real Madrid mulai terungkap. Sentuhan akhir di sepertiga akhir lapangan menjadi sorotan dengan tingkat konversi gol yang dihasilkan.
Apakah ini masalah kecil? Atau besar?
Di Liga Spanyol, Real Madrid yang duduk di peringkat 2 klasemen terpaut 15 gol dengan Barcelona (51).
Tim asuhan Xabi Alonso itu hanya terpaut 3 gol dengan Atletico Madrid yang duduk di peringkat ketiga, dan lima gol dari Villarreal (4).
Di Liga Champions, produktivitas gol tim berjuluk Los Blancos itu cukup baik karena telah menghasilkan 13 gol dari 6 pertandingan.
Jumlah tersebut hanya kalah dari Dortmund, PSG (19), Bayern Munchen (18), Arsenal (17), dan Atletico Madrid (15).
Namun perlu diketahui, Real Madrid disebut sebagai tim paling besar yang sering melewatkan peluang di lima top liga di Eropa, menurut StatMuse, dilansir Managing Madrid.
Angkanya mencapai 42 peluang besar. Jumlah tersebut hanya berlaku di LaLiga Spanyol.
Yang lebih nahas lagi, duo penyerang utama mereka adalah pelakunya, Kylian Mbappe dan Vinicius Junior.
Baca juga: Kado Ulang Tahun ke-27, Kylian Mbappe Samai Rekor Ronaldo, Bikin 59 Gol dalam Setahun di Real Madrid
Keduanya menjadi pemain yang paling sering melewatkan peluang emas, Mbappe 14 peluang, dan Vinicius 8 peluang.
Menurut artikel tersebut, Real Madrid tidak kekurangan kreativitas untuk mencetak gol, hanya saja tidak didukung dengan finishing yang kurang sempurna.
Real Madrid terkadang bermain dengan penguasaan bola, struktur serangan yang jelas, menghasilkan peluang, tetapi tidak menjadi gol.
Lebih rinci di Liga Spanyol, Real Madrid yang telah mengemas 36 gol musim ini memiliki gol yang diharapkan (xG) sebesar 41,30, 349 tembakan ke arah gawang, 128 tepat sasaran, dan 9,319 passing.
Jumlah tersebut tidak jauh berbeda dengan Barcelona, dengan xG 41,73 tetapi menghasilkan 51 gol di Liga Spanyol.
Begitu juga dengan Bayern Munchen di Bundesliga, goal yang diharapkan mencapai 42.00 dan menghasilkan 55 gol.
Beda dengan man City yang hanya mencetak xG 32.59 tetapi bisa menghasilkan 41 gol, dan Inter dengan xG 27.29 yang mencetak 34 gol.
Rasio tersebut jauh berbeda.
Mbappe dan Vinicius jika digabungkan telah melewatkan 14 peluang emas yang seharusnya bisa dikonversikan menjadi gol.
Penyerang elit Eropa biasanya sering melakukan pergerakan tanpa bola dan menghasilkan volume tembakan tinggi akan selalu mencatatkan jumlah peluang gagal yang lebih tinggi karena mereka melakukan lebih banyak tembakan dari area berbahaya.
Mbappe yang telah mencetak 30 gol di semua kompetisi sejak Piala Dunia Antarklub seharusnya bisa menghasilkan gol lebih banyak.
Sementara Vinicius punya situasi yang berbeda. Delapan peluang besar tersebut ia sia-siakan karena pergerakannya yang tiada henti, volume dribbling, dan kemampuannya untuk mengacaukan pertahanan lawan.
Pergerakannya secara intens menciptakan situasi yang mengarah pada kekacauan. Hasilnya bisa berhasil bisa tidak, dan angka produktivitas golnya menjadi cerminan.
Vinicius baru menghasilkan 6 gol dari 30 pertandingan musim ini.
Pertanda bahaya bagi Real Madrid?
Statistik ini dinilai bukanlah sebuah tanda bahaya, melainkan sebagai peringatan bagi klub-klub Eropa, termasuk Real Madrid.
Jika sebagian atau lebih banyak peluang yang bisa dikonversikan menjadi akan lebih baik, dan memberi keuntungan Real Madrid.
Baik itu dalam laga-laga yang menentukan maupun menambah jumlah keunggulan atas tim lain.
Kondisi ini lebih baik daripada jumlah peluang yang sedikit dan gol yang minim.
Ini yang akan menjadi tugas rumah bagi Xabi Alonso menyiapkan lini serang mereka agar lebih buas di pertahanan lawan.
Jika penyelesaian akhir Los Blancos membaik, hasil pertandingan bisa berpihak kepada mereka.
(Tribunnews.com/Sina)
Baca tanpa iklan