News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Liga Italia

Emil Audero Terkena Lemparan Flare Suporter Inter Milan, Lautaro Martinez Minta Maaf

Penulis: Hafidh Rizky Pratama
Editor: Drajat Sugiri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ringkasan Berita:

  • Inter Milan menang 2-0 atas Cremonese lewat gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski, sekaligus mengokohkan posisi puncak klasemen Serie A dengan 55 poin.
  • Kemenangan tercoreng insiden flare dari oknum suporter Inter yang mengenai kiper Cremonese Emil Audero hingga mengalami luka bakar ringan di kaki.
  • Lautaro Martinez dan Presiden Inter Beppe Marotta mengecam tindakan keras tersebut, meminta maaf kepada Audero, serta mendukung investigasi dan sanksi tegas.

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah insiden mewarnai kemenangan Inter Milan atas Cremonese pada girnata ke-23 Liga Italia, Senin (2/2/2026) dini hari WIB.

Dalam laga yang digelar di Stadio Giovanni Zini, Inter Milan berhasil mengamankan tiga poin dengan skor 2-0. 

Namun, kemenangan tersebut dinodai oleh aksi buruk oknum suporter Inter yang melempar flare ke lapangan, mengenai kiper Cremonese, Emil Audero, kiper timnas Indonesia.

Inter Milan tampil dominan sejak awal. Gol pembuka dicetak oleh kapten tim Lautaro Martinez pada menit ke-16 melalui sundulan tajam dari sepak pojok Federico Dimarco. 

Gol kedua menyusul pada menit ke-31 lewat tendangan keras Piotr Zielinski. 

SELEBRASI GOL - Penyerang Inter Milan Lautaro Martinez merayakan gol pertama yang ia cetak saat melawan Barcelona di leg kedua semifinal Liga Champions, Rabu (7/5/2025). (Inter.it)

Dengan hasil ini, Inter Milan mengokohkan posisi di puncak klasemen Liga Italia dengan 55 poin dari 23 pertandingan, unggul delapan poin dari AC Milan yang berada di peringkat kedua (meski AC Milan punya satu laga lebih banyak). 

Sementara Cremonese tertahan di peringkat ke-15 atau ke-16 dengan 23 poin, masih berjuang menghindari zona degradasi setelah menjalani sembilan laga tanpa kemenangan.

Insiden flare terjadi di menit ke-49, tepat di awal babak kedua. 

Saat Audero berdiri sendirian di area penalti, sebuah flare dilempar dari sektor suporter tamu Inter Milan.

Flare tersebut jatuh tepat di dekat kaki Audero, meledak dengan keras, membuat kiper berusia 29 tahun itu terjatuh dan tampak linglung.

Wasit langsung menghentikan pertandingan sementara untuk memberikan perawatan medis. 

Audero dikabarkan mengalami luka bakar ringan di kaki, namun setelah dicek tim medis, ia menyatakan diri fit untuk melanjutkan laga.

Berdasarkan laporan dari Goal.com, selama insiden tersebut terdengar chant provokatif dari tribun suporter Inter Milan seperti "Kau harus mati" yang ditujukan kepada Audero.

Lautaro Martinez Minta Maaf

Seusai pertandingan, Lautaro Martinez secara tegas mengutuk aksi yang dilakukan suporter Inter Milan tersebut.

Lautaro juga menyampaikan permohonan maaf kepada Emil Audero akibat insiden tersebut.

"Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi, ada risiko pribadi. Kami para pemain sepakbola juga manusia, kami menampilkan pertunjukan yang dapat dilihat di seluruh dunia, dan kami harus berhati-hati tentang hal-hal ini," ujar Lautaro Martinez dalam wawancara bersama DAZN.

"Kami meminta maaf kepada Audero, yang merupakan juara bersama kami dengan bintang kedua, dan kami juga meminta maaf kepada semua fans Cremona."

"Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi," tegasnya.

Baca juga: Malam Sial Emil Audero, Telan Kekalahan dari Sassuolo, Ditinggal Bus seusai Pertandingan

Aksi Emil Dipuji Presiden Inter Milan

BERSELEBRASI - Luapan emosi kiper Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi, saat pertandingan Hellas Verona vs Cremonese pada giornata 4 Serie A Liga Italia 2025/2026 di Marcantonio Bentegodi Stadium, Selasa (16/9/2025). (Twitter @USCremonese)

Selain itu, Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, juga memberikan kecaman keras atas insiden tersebut.

Ia menyatakan klub akan mendukung investigasi polisi untuk menangkap pelaku, dan menekankan bahwa sepakbola harus jauh dari kekerasan semacam ini. 

Marotta memuji profesionalisme Audero yang tetap melanjutkan pertandingan meski mengalami insiden berbahaya.

Audero sendiri pernah membela Inter Milan secara pinjaman pada musim 2023/2024, di mana ia berkontribusi meraih gelar Serie A (bintang kedua dalam sejarah klub). 

Sikap tenangnya pasca-insiden mendapat pujian dari berbagai pihak, termasuk Marotta yang berterima kasih atas profesionalismenya.

"Olahraga memiliki nilai-nilai yang jauh dari apa yang kita lihat. Pihak berwenang sedang menyelidiki tindakan ini, dan apa yang saya pikir juga dirasakan semua fans Inter," ujar Marotta.

"Sepakbola harus benar-benar menjauhkan diri dari insiden-insiden seperti ini."

"Kami mengutuk ini dengan sekeras-kerasnya. Pihak berwenang akan menangkap orang yang bertanggung jawab, dan seluruh klub Inter menyatakan kecaman tegas dan menyeluruh atas apa yang terjadi."

"Kami juga berterima kasih kepada Audero atas profesionalismenya," ujarnya.

Insiden ini berpotensi mendatangkan sanksi berat bagi Inter Milan, termasuk denda besar atau pembatasan suporter di laga mendatang.

Menarik dinantikan, sanksi apa yang bakal diterima Inter Milan dan suporternya akibat insiden ini.

(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini