Ringkasan Berita:
- Wasit pemimpin duel Inter MIlan vs Juventus di pekan 25 Liga Italia lalu, Federico La Penna, mengaku mendapatkan ancaman pembunuhan.
- Ancaman itu juga ditujukan kepada keluarga La Penna.
- La Penna langsung melapor ke pihak berwajib.
TRIBUNNEWS.COM - Pertandingan bertajuk derbi d'Italia yang mempertemukan Inter Milan dan Juventus di pekan 25 Liga Italia memang telah berlalu.
Namun imbas dari pertandingan itu masih dirasakan hingga pekan selanjutnya.
Setidaknya itulah yang sedang dirasakan wasit yang memimpin pertandingan tersebut, Federico La Penna.
La Penna tak bisa tidur tenang lantaran menghadapi ancaman pembunuhan berkali-kali.
Baca juga: Update Klasemen Liga Italia: Inter Milan Riang Napoli Gagal Menang, Hasil Kontras 2 Pemain Indonesia
Tak cuma dirinya, anggota keluarganya juga mendapatkan ancaman serupa.
La Penna tak punya pilihan selain melaporkan ancaman pembunuhan dirinya dan keluarganya ke polisi.
Dikutip dari Corriere dello Sport, pihak kepolisan dan jaksa penuntut umum setempat sudah mendapatkan laporan tersebut.
Mereka menyuruh sang wasit untuk rutin melapor untuk menghindari potensi kejadian tak diinginkan.
Sembari itu dilakukan, kepolisan langsung menerjunkan anggota untuk menyelidiki kejadian itu.
Namun belum ada hasil yang bisa diungkapkan ke publik terkat masalah pengancaman tersebut.
Untuk saat ini La Penna bisa fokus menenangkan diri sembari menunggu situasi kondusif.
Kebetulan ia tak akan memimpin pertandingan di pekan 26 Serie A.
Ia kemungkinan baru akan kembali bertugas pada pekan 27 mendatang.
Itupun dirinya tak akan berperan sebagai wasit tengah atau utama.
Ia bakal menjadi wasit keempat atau mendapatkan amanah sebagai operator VAR.
Federico La Penna menjadi buah bibir lantaran keputusannya yang dianggap merugikan Juventus di derbi d'Italia lalu.
Ia memberikan kartu merah kepada Pierre Kalulu yang dianggap melakukan pelanggaran.
Kartu merah Kalulu itu berasal dari akumulasi kartu kuning yang didapatkan di menit ke-32 dan ke-42.
Adangan terakhirnya kepada Alessandro Bastoni dianggap wasit kala itu pantas mendapatkan kartu kuning kedua.
Namun setelah pertandingan selesai, keputusan itu langsung menjadi kontroversi.
Bastoni dianggap berlebihan kala bereaksi terhadap adangan Kalulu.
Hal itu sampai menyebabkan Komisi Wasit Italia, Gianluca Rocci, mengakui adanya kekeliruan pada keputusan La Penna tersebut.
Ia meminta maaf kepada Juventus lantaran dirugikan keputusan tersebut.
Rocci menyebut itu adalah error atau kesalahan yang dibuat wasit utama.
Namun permintaan maaf itu tak akan mengubah hasil yang sudah tertera.
Inter Milan tetap menang dengan skor 3-2 atas Juventus.
Selain itu, Nerazzurri juga bisa sedikit menyombongkan diri lantaran bisa memenangi derbi d'Italia yang tersohor.
Derbi d'Italia adalah cap yang diberikan kepada duel Inter Milan dan Juventus setiap kali berjumpa.
Hal itu lantaran kedua tim ini dianggap yang paling sukses di tanah Italia.
Persaingan ketat keduanya hampir selalu terjadi di setiap musim Serie A yang membuat perhatian para penggemar tertuju kepada mereka.
(Tribunnews.com/Guruh)
Baca tanpa iklan