TRIBUNNEWS.COM - PSS Sleman menunjukkan semangat pantang menyerah saat menghadapi Garudayaksa FC pada final Liga 2 Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026).
Sempat tertinggal dua gol di babak pertama, Super Elang Jawa berhasil bangkit dan memaksakan skor imbang 2-2 hingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu atau extra time.
Memasuki babak kedua, tim asuhan Ansyari Lubis tampil lebih tenang dalam membangun serangan. PSS mengandalkan permainan kaki ke kaki untuk membongkar pertahanan rapat Garudayaksa FC.
Di sisi lain, Garudayaksa FC memilih bermain lebih sabar dengan menunggu peluang serangan balik saat Riko Simanjuntak dan rekan-rekannya mulai meningkatkan tekanan.
Sepuluh menit awal babak kedua berlangsung minim peluang berbahaya. Meski begitu, atmosfer Stadion Maguwoharjo tetap bergemuruh dengan dukungan sekitar 16 ribu suporter PSS Sleman yang memadati tribun.
Kelompok suporter Brigata Curva Sud (BCS) terus menyanyikan chant dukungan sepanjang pertandingan berlangsung.
Memasuki menit ke-55, suasana stadion semakin semarak setelah sejumlah koreografi dan tifo dibentangkan dari berbagai sisi tribun.
Dukungan tersebut menjadi tambahan motivasi bagi para pemain PSS Sleman. Gol yang dinanti akhirnya tercipta melalui skema serangan rapi.
Berawal dari penetrasi Riko Simanjuntak di sisi kanan, bola dikirim ke dalam kotak penalti dan berhasil diselesaikan dengan baik oleh Gustavo Tocantins untuk memperkecil ketertinggalan.
Gol itu langsung disambut sorak sorai ribuan pendukung tuan rumah.
Baca juga: Babak Pertama: PSS Sleman Banyak Buang Peluang, Tertinggal 0-2 Dari Garudayaksa FC
PSS Sleman sebenarnya sempat kembali mencetak gol pada menit ke-76 melalui Gustavo Tocantins. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena penyerang asal Brasil itu dinilai sudah berada dalam posisi offside.
Tertinggal satu gol membuat Ansyari Lubis melakukan perubahan strategi pada menit ke-78 dengan memasukkan beberapa pemain baru guna menambah daya serang lini depan.
Pergantian tersebut membuat tekanan PSS semakin meningkat. Super Elang Jawa tampil dominan dan terus menggempur pertahanan Garudayaksa FC.
Kerja keras PSS akhirnya membuahkan hasil pada masa injury time. Gustavo Tocantins kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat gol penyeimbang pada menit ke-90+2.
Gol tersebut membuat Stadion Maguwoharjo bergemuruh. Suporter tuan rumah menyambut gol itu dengan sorakan meriah yang terdengar di seluruh penjuru stadion.
PSS Sleman terus mencoba menekan pada sisa waktu tambahan babak kedua. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-2 tetap bertahan.
Hasil tersebut membuat pertandingan final Liga 2 Championship 2025/2026 harus dilanjutkan ke babak extra time 2x15 menit untuk menentukan juara.
Baca tanpa iklan