Ringkasan Berita:
- Cremonese yang diperkuat Emil Audero masih terjebak di zona degradasi Serie A dan wajib menang atas Como di laga terakhir demi menjaga harapan bertahan.
- Emil Audero tampil konsisten musim ini dengan 11 clean sheet dari 33 laga. Ia juga baru membawa Cremonese menang 1-0 atas Udinese lewat sejumlah penyelamatan penting.
- Laga kontra Como bakal sangat berat karena lawan masih memburu tiket Liga Champions. Cremonese juga harus berharap Lecce gagal menang agar selamat dari degradasi.
TRIBUNNEWS.COM - Nasib kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, bersama Cremonese berada di ujung tanduk jelang pekan terakhir Serie A 2025/2026.
Klub yang diperkuat Emil Audero kini masih terjebak di zona degradasi dan harus menghadapi laga hidup-matu demi bertahan di kasta tertinggi Liga Italia musim depan.
Cremonese saat ini berada di posisi ke-18 klasemen sementara Serie A dengan koleksi 34 poin. Mereka hanya terpaut satu angka dari Lecce yang menempati batas aman di peringkat ke-17.
Situasi tersebut membuat pertandingan terakhir melawan Como 1907 menjadi penentu nasib klub berjuluk La Cremo tersebut.
Cremonese wajib meraih kemenangan jika ingin menjaga peluang bertahan di Serie A.
Namun kemenangan saja belum tentu cukup karena mereka juga masih harus berharap Lecce gagal meraih hasil maksimal di pertandingan lain.
Tekanan besar jelas berada di pundak Emil Audero dan rekan-rekannya.
Meski demikian, Cremonese datang ke laga pamungkas dengan modal yang cukup positif.
Pada pertandingan sebelumnya, mereka sukses meraih kemenangan penting 1-0 atas Udinese.
Dalam laga tersebut, Emil Audero tampil gemilang di bawah mistar gawang.
Kiper kelahiran Mataram itu melakukan sejumlah penyelamatan krusial dan membantu timnya menjaga clean sheet hingga akhir pertandingan.
Gol tunggal Jamie Vardy menjadi penentu kemenangan Cremonese di Stadion Friuli.
Namun tambahan tiga poin itu belum cukup untuk mengangkat mereka keluar dari zona merah.
Performa Emil Audero sebenarnya cukup konsisten sepanjang musim ini.
Berdasarkan catatan dari Transfermarket, ia telah tampil dalam 33 pertandingan dan mencatatkan 11 clean sheet bersama Cremonese.
Catatan tersebut menjadikan Emil sebagai salah satu kiper terbaik di antara klub-klub papan bawah Serie A musim ini.
Baca juga: Pesta Scudetto Manis Inter Milan, Serba Pertama dari Dua Kepala
Sayangnya, performa apik Emil belum sepenuhnya diimbangi konsistensi tim secara keseluruhan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Cremonese mengalami penurunan performa drastis.
Mereka sempat melalui periode buruk dengan hanya meraih satu kemenangan dari 10 pertandingan liga.
Kondisi itu membuat ancaman degradasi terus menghantui klub milik pengusaha Indonesia tersebut hingga pekan terakhir kompetisi.
Ironisnya, pada awal musim Cremonese sempat tampil cukup menjanjikan usai promosi ke Serie A.
Bahkan mereka beberapa kali merepotkan tim besar Italia dan menjauh dari zona merah.
Namun inkonsistensi performa membuat posisi mereka perlahan merosot.
Kini seluruh harapan bertumpu pada laga terakhir musim ini.
Dijadwalkan, Cremonese akan menghadapi Como, pada Senin (25/5/2026) pukul 01.45 WIB.
Sedangkan Lecce akan menghadapi Genoa di waktu yang bersamaan.
Kabar buruk bagi Cremonese, Como masih bernafsu menang pada pekan terakhir karena termotivasi tiket Liga Champions Eropa.
Pasukan Cesc Fabregas saat ini menghuni peringkat lima dengan 68 poin, berjarak dua poin dari zona Liga Champions.
Como akan mendapatkan tiket premium itu apabila menang atas Cremonese, sembari berharap AC Milan dan Roma terpeleset.
Jadi, duel Cremonese vs Como akan menjadi laga krusial dengan beda kepentingan.
Menarik dinantikan apakah Emil Audero mampu menjadi pahlawan di laga pamungkas dan menyelamatkan Cremonese dari jurang degradasi Serie A musim ini?
Klasemen Serie A
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)
Baca tanpa iklan