News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Selebrasi Lokal

Setelah Pemain, Giliran Suporter Iran Dapat Perlakuan Diskriminatif di Piala Dunia 2026

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Drajat Sugiri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DAPAT PERLAKUAN DISKRIMINATIF - ilustrasi Suporter Timnas Iran yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan Grok AI pada Kamis (5/6/2025). Setelah para pemain, kini giliran para suporter Timnas Iran mendapatkan perlakuan diskriminatif menjelang perhelatan Piala Dunia 2026.

TRIBUNNEWS.COM - Perlakuan tak menyenangkan kembali dilakukan Amerika Serikat (AS) kepada para tamunya menjelang perhelatan Piala Dunia 2026.

Setelah para pemain Timnas Iran, giliran suporter mendapatkan perlakuan diskriminatif dari pihak tuan rumah, yakni AS.

Alokasi tiket resmi untuk suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026 dilaporkan telah dicabut sepihak oleh pihak AS.

Akibat kebijakan sepihak ini, Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI) dipastikan tidak bisa memberangkatkan satu pun suporter mereka ke stadion.

Padahal, bila merujuk pada regulasi resmi FIFA, setiap federasi negara peserta Piala Dunia berhak mendapatkan kuota sebesar 8 persen dari total kapasitas stadion di setiap pertandingan.

Aturan ini dibuat agar para suporter dari seluruh dunia bisa mendukung negara mereka secara legal lewat koordinasi federasi masing-masing.

Melansir pemberitaan WANA News Agency, Selasa (9/6/2026), FFIRI sebenarnya sudah sempat membuka penjualan tiket di situs resmi mereka.

Tiket yang sempat dijual tersebut diperuntukkan bagi laga penting Timnas Iran melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.

Namun, tiba-tiba hak kuota tiket tersebut mendadak dicabut dan disita.

Situasi pelik ini langsung memicu kekecewaan besar di kalangan pencinta sepak bola Iran.

Banyak dari mereka yang sudah telanjur membeli tiket resmi, mengurus akomodasi, hingga merencanakan perjalanan jauh demi bisa menyaksikan tim kesayangan mereka berlaga di tribun penonton.

Baca juga: 9 Kontroversi Amerika Serikat sebagai Host Piala Dunia 2026: Dari Ular, Anjing, hingga Penembakan

"Merampas hak akses suporter Iran dari kuota tiket resmi yang legal adalah tindakan yang mencederai sportivitas."

"Hal ini sangat bertentangan dengan semangat kompetisi internasional serta prinsip kesetaraan antarbangsa yang dijunjung tinggi oleh FIFA," tulis laporan resmi WANA.

Hingga saat ini, insiden tersebut memicu gelombang protes dan kritik tajam.

Keputusan penyitaan tiket ini dinilai sarat akan kepentingan politis serta bentuk intervensi non-olahraga yang mencoreng dunia sepak bola modern.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini