News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Selebrasi Lokal

Piala Dunia 2026 - Merespons Teguran Dembele, Mbappe Mengumbar Janji Manis

Penulis: Drajat Sugiri
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

JANJI MBAPPE - Wanita asal Karanganyar mengenakan stiker Prancis di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026). Kylian Mbappe merespons teguran Ousmane Dembele lewat sebuah janji manis.

Ringkasan Berita:

  • Kylian Mbappe mengakui perlu meningkatkan kontribusi bertahannya demi membantu Timnas Prancis meraih gelar Piala Dunia 2026
  • Menjelang laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Senegal, Kylian Mbappe bertekad membungkam kritik yang selama ini menyoroti minimnya peran defensifnya
  • Meski sempat menjadi sasaran kritik selama membela Real Madrid, Kylian Mbappe tetap menjadi figur utama Timnas Prancis menjelang Piala Dunia 2026

TRIBUNNEWS.COM - Kylian Mbappe merespons 'teguran' Ousmane Dembele lewat sebuah janji manis untuk membuktikan tekadnya bersama timnas Prancis pada Piala Dunia 2026.

Tergabung di Grup I bersama Norwegia, Senegal, dan Irak, Prancis menjadi yang paling disorot. Sebagai favorit juara Piala Dunia 2026, skuad Les Bleus besutan Didier Deschamps 'dikuliti', baik dari internal dan kondisi skuad.

Satu di antarnya ialah Kylian Mbappe, yang pada musim 2025/2026 memiliki serangkaian kontroversi. 

Egonya yang sulit dikontrol, membuat Mbappe bak pisau bermata dua dalam genggaman Didier Deschamps.

KEKALAHAN PRANCIS - Hasil laga persahabatan Prancis vs Pantai Gading di Sadion Beaujoire, Louis Fonteneau, Nantes, Prancis, Jumat (5/6/2026). Prancis kalah 1-2 jelang helatan Piala Dunia 2026, memutus rentetan hasil positif empat kemenangan terakhir. (Grafis Tribunnews via ChatGPT). (Tribunnews.com via ChatGPT)

"Mbappe itu ketika namanya muncul merupakan pemain bernomor 7 yang beroperasi sebagai winger. Di Piala Dunia sekarang, dia menjadi nomor 9, target-man," ujar Gigih dalam opininya di podcast Super Taktik berjudul "Prediksi Grup G-L Piala Dunia 2026, Grupnya Para Calon Juara" di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Mbappe jelas akan menjadi tumpuan dari Deschamps, dia itu tipikal pelatih mirip Ancelotti. Yakni memiliki pemain kunci dan membangun tim di sekeliling pemain kunci itu."

"Masalah ego yang akan menjadi tantangan bagi Deschamps. Ini yang akan menjadi faktor x, apakah Prancis bisa melaju jauh atau enggak. Tetapi jika ditanya apakah Prancis masih favorit? Masih favorit," sambung pria yang mengidolakan klub Liga Inggris, Manchester United.

Selain tindakannya meninggalkan kamp timnas untuk menemui sang kekasih hingga bersitegang dengan N'Golo Kante, momen Mbappe yang paling menarik disorot ialah teguran yang didapat dari Ousmane Dembele.

Kompatriotnya itu menginginkan Kylian Mbappe lebih banyak berkontribusi dalam bertahan, dan tidak hanya fokus menyerang.

Jawaban Mbappe Berupa Janji Manis

Menjelang laga perdana Grup I melawan Senegal pada Rabu (17/6), penyerang Real Madrid tersebut secara terbuka menanggapi kritik yang selama ini mengarah pada minimnya keterlibatan dirinya saat tim kehilangan penguasaan bola.

Mbappe menilai dirinya harus berkembang menjadi pemain yang lebih komplet jika ingin membawa Prancis melangkah jauh di turnamen yang kini diikuti 48 negara itu.

Dalam wawancara bersama Le Parisien, Mbappe mengungkapkan kesiapannya untuk bekerja lebih keras dalam fase bertahan.

Baca juga: Jude Bellingham Punya Sesuatu yang Membuat Inggris Berbeda di Piala Dunia 2026

Menurutnya, peningkatan di sektor tersebut menjadi kebutuhan penting bagi tim dan bagian dari tanggung jawabnya sebagai pemimpin skuad.

"Saya harus mengambil langkah berikutnya dalam aspek pertahanan. Saya siap melakukannya karena saya sangat ingin memenangkan Piala Dunia. Ini penting bagi tim dan saya merasa harus berkembang di area itu," ujar Mbappe.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pemain berusia 27 tahun itu tidak menutup mata terhadap kritik yang diterimanya.

Bahkan, ia menganggap sorotan terhadap kemampuan bertahannya sebagai hal yang wajar dan bisa menjadi motivasi untuk terus berkembang.

Meski menjadi sasaran kritik sepanjang musim bersama Real Madrid, posisi Mbappe di ruang ganti timnas Prancis tetap sangat kuat.

Ia masih dianggap sebagai sosok sentral, baik secara taktis maupun emosional, yang diharapkan mampu memimpin Les Bleus menghadapi tekanan besar sepanjang turnamen.

Sorotan terhadap Mbappe semakin menguat setelah musim yang tidak selalu berjalan mulus di Spanyol. Ia beberapa kali dianggap sebagai penyebab inkonsistensi performa Real Madrid. 

Mbappe sendiri sudah memiliki catatan luar biasa di Piala Dunia.

Ia membantu Prancis menjadi juara pada edisi 2018 saat masih berusia remaja, lalu meraih Sepatu Emas pada 2022 setelah mencetak hattrick bersejarah di final melawan Argentina.

Kini, dengan total 12 gol di putaran final Piala Dunia, Mbappe semakin dekat dengan rekor sepanjang masa milik Miroslav Klose yang mengoleksi 16 gol.

Jika mampu memadukan ketajamannya di depan gawang dengan peningkatan kontribusi bertahan yang dijanjikannya, Mbappe berpeluang menjadi senjata utama Prancis dalam perburuan gelar juara dunia 2026.

(Tribunnews.com/Giri)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini