TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Startup agritech TaniHub Group menjalin kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM untuk menyerap hasil tani dari koperasi-koperasi petani binaan LPDB-KUMKM.
Kerjasama ini ditandatangani melalui nota kesepahaman yang diteken di Jakarta, Selasa, 29 Desember 2020.
Lewat kerjasama ini pula, TaniFund, platform peer-to-peer lending milik TaniHub Group, akan melakukan pendampingan on-farm maupun pendanaan budidaya terhadap para petani yang tergabung dalam koperasi agar kualitas produksi mereka dapat meningkat.
LPDB-KUMKM juga dapat memberikan dukungan kepada TaniHub berupa modal kerja untuk term pembayaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan di pasar, setelah hasil panen petani diserap dan dipasarkan TaniHub.
Dukungan ini diyakini dapat mengurangi risiko mismatch jangka waktu pembayaran atas produk yang diserap pasar.
Lewat kolaborasi ini TaniHub Group berharap dapat memberi dampak terhadap lebih banyak petani, sesuai dengan salah satu pilar bisnis perusahaan, yaitu social impact.
Data LPDB-KUMKM menyebutkan, saat ini terdapat 3.055 koperasi petani dan nelayan yang bermitra dengan lembaga tersebut.
Rata-rata koperasi petani binaan LPDB-KUMKM memiliki 960 anggota dengan berbagai macam hasil tani dan produk ikan.
Lembaga tersebut menilai potensinya masih sangat besar karena saat ini terdapat 9.126 koperasi sektor riil yang bergerak di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Baca juga: Startup TaniHub dan Kemenkop UKM Digitalkan Sektor Pertanian
President TaniHub Group Pamitra Wineka mengatakan, kolaborasi bersama LPDB-KUMKM ini dapat menjadi langkah awal kerja sama yang solid dengan pihak pemerintah dalam rangka menciptakan ekosistem pertanian yang lebih baik.
Baca juga: Mentan SYL Cek Suplai hingga Distribusi Stok Gudang TaniHub
"Dengan luasnya jaringan koperasi binaan LPDB-KUMKM dan layanan TaniHub Group yang mencakup dari hulu ke hilir, kami yakin bahwa langkah ini dapat semakin terakselerasi,” ujarnya.
Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan dengan skema kerja sama ini, para petani yang tergabung dalam wadah koperasi mendapatkan harga beli yang lebih baik dan bersaing dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Dalam kunjungannya ke fasilitas Processing and Packing Center (PPC) Malang milik TaniHub Group belum lama ini, Menkop UKM Teten Masduki mengatakan kementeriannya mendukung dimulainya sebuah pilot project untuk model bisnis korporatisasi pertanian dengan TaniHub Group.
Dalam model tersebut, para petani binaan Kementerian Koperasi dan UKM yang tergabung dalam koperasi petani dapat memasarkan produknya melalui TaniHub, mendapatkan pembiayaan dari TaniFund, dan didukung Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) di bawah pengawasan kementerian tersebut.
Teten berharap, model bisnis ini dapat menjadi percontohan corporate farming yang melibatkan petani, koperasi, dan juga offtaker-nya.
Baca tanpa iklan