News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Praktisi Nilai Perkembangan Dunia Digital Harus Dibarengi dengan Critical Thinking

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi dunia digital. Relawan Edukasi Antihoaks Indonesia (REDAXI) Bernika Yustisiana Narang menyampaikan dunia digital terus berkembang, sehingga seorang warga net perlu mengimbanginya dengan critical thinking atau berpikir kritis.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Relawan Edukasi Antihoaks Indonesia (REDAXI) Bernika Yustisiana Narang menyampaikan dunia digital terus berkembang, sehingga seorang warga net perlu mengimbanginya dengan critical thinking atau berpikir kritis.

"Etika dan Etiket di dunia maya harus diperhatikan dan seharusnya sesuai dengan dunia nyata," tutur Bernika saat webinar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) "Berselancar di Dunia Digital dengan Aman", Jumat (26/8/2022).

Menurut Bernika, pengguna internet juga harus memiliki critical thinking dalam penyebaran informasi. Jauhi konten negatif seperti pornografi, perjudian, cyberbullying, hingga hatespeech atau ujaran kebencian.

Baca juga: Praktisi: Era Digital Bikin UMKM RI Bisa Menjangkau Dunia 

Korwil Mafindo Bali Daniel Santoso menuturkan, seseorang dapat menggunakan internet dengan aman, etis, tepat, dan efektif untuk tujuan apa pun yang sah tanpa mengorbankan keselamatan mereka dan orang lain di dunia digital.

"Praktik aman saat online terkait dengan berkomunikasi dengan hormat yaitu dengan empati dan memahami adanya perbedaan. Ini berjalan beriringan dengan mengetahui bahwa ada orang di balik komentar dan konten kreatif yang ada di internet," tuturnya.

Selain itu, penting bagi pengguna internet untuk mengamankan perangkat dan identitas digital, memahami rekam jejak digital. Hati hati dengan malware yang menyerang perangkat kita, phising, scam,backdoor dan e-skimming.

"Gunakan 2FA dan gunakan password yang kuat. Gunakan Jaringan yang aman, jangan membuka link sembarangan," kata Daniel.

Baca juga: Genjot Akselerasi Ekonomi Digital di Indonesia, Dana Perkuat Kolaborasi Dengan Sinar Mas

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dan Pengurus ASPIKO Hartin Nur Khusnia berujar, hindari kebebasan ekspresi kebablasan, hingga kurangnya kesopanan dan toleransi, kaburnya wawasan kebangsaan, hilangnya budaya, hilangnya batas privasi dan pelanggaran hak cipta.

"Gunakan nilai Pancasila dan bhineka tunggal ika menjadi landasan berbudaya dalam ranah digital," tambah Hartin.

 
 
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini