Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia Lestanti
TRIBUNNEWS.COM, CALIFORNIA – Kebijakan baru Elon Musk yang menaikkan tarif berlangganan bagi akun centang biru guna menumpas akun bot yang ada di Twitter, justru kini menjadi bumerang.
Ini lantaran sistem verifikasi baru yang dibuat Elon Musk, dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk meniru figur publik ternama.
Dengan membayarkan biaya berlangganan sebesar 8 dolar AS atau sekitar Rp 125 ribu (Satuan kurs Rp 15.526) kini para pengguna nakal dengan mudah dapat memiliki simbol centang biru di profilnya.
Baca juga: Elon Musk Larang Karyawan Twitter WFH, Sepekan Wajib Kerja 40 Jam
Parahnya akun-akun palsu tersebut dengan sengaja memajang foto profil para atlet atau politisi ternama, dengan tujuan agar mereka dapat mengelabui pengguna Twitter serta untuk menyebarkan berita bohong dan mengincar uang pengguna yang lengah.
Fitur centang biru awalnya diluncurkan Musk agar pengguna Twitter bisa mendapat sejumlah keistimewaan seperti prioritas dalam Reply, Mention serta untuk mencegah kehadiran akun spam di beranda pengguna.
Tak hanya itu centang biru juga menawarkan kemampuan untuk memposting video dan audio berdurasi panjang dengan lebih sedikit iklan dan menghadirkan akses gratis pada konten berbayar di luar Twitter, seperti jurnal sains.
Namun sayangnya usai usai Twitter meresmikan kebijakan pembayaran centang biru, sejumlah akun palsu berlogo verifikasi mulai bermunculan.
Seperti sebuah akun yang mengatasnamakan pebasket asal Los Angeles Lakers (LA Lakers) LeBron James, tak hanya itu sejumlah akun tiruan lainnya juga ikut muncul dengan mengatasnamakan para pejabat AS diantaranya mantan Wali kota New York City Rudy Giuliani, Presiden AS Joe Biden, serta mantan Presiden George W. Bush.
Munculnya berbagai akun palsu ini tentunya memicu keresahan bagi pengguna Twitter lainnya, mereka khawatir apabila akun palsu yang berlogo centang biru itu dapat menyesatkan para netizen di Twitter.
Baca juga: Elon Musk: Sinyal Kebangkrutan Mulai Hantui Twitter
Sebelum akun palsu ini melonjak Twitter sempat memberikan label ‘Official’ untuk akun bercentang biru yang resmi, namun baru sehari dirilis label itu justru ditarik oleh pemilik baru Twitter Elon Musk.
Imbas dari penarikan ini yang kemudian mendorong jumlah akun palsu melonjak drastis dalam sehari.
Twitter menjelaskan bahwa pihaknya saat ini telah menindak beberapa akun palsu itu diantaranya akun Nintendo palsu, Trump palsu, Valve palsu, dan LeBron palsu.
Sementara untuk mencegah terjadinya lonjakan serupa Musk mulai menunda langganan berbayar centang biru
Baca tanpa iklan