Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia adalah pasar digital yang hadir dan tumbuh paling cepat sejak penetrasi internet dan cost-effective smartphone.
Hal itu disampaikan Country Head Xapads Media Indonesia Edo Fernando dalam keterangannya, Selasa (4/4/2023).
Menurut Edo, pertumbuhan pasar Indonesia terjadi terutama sejak tersedianya original equipment manufacturer (OEM) dan infrastruktur teknologi inovatif yang membawa masyarakat menjadi people mobile-first.
Baca juga: Internet Didominasi Konten Negatif, Generasi Muda Diajak Buat Narasi Positif di Medsos
“Karena industri Adtech terus berkembang, kita akan melihat berbagai tren perkembangan dan transformasi digital baru yang akan membentuk cara organisasi beradaptasi dengan teknologi dan berinovasi,” ucap Edo.
“Sampai saat ini, kita telah melihat kemajuan pesat teknologi dalam beberapa tahun terakhir, yaitu AI/ML, NFT, IoT, Web 3.0, dan GPT4 terbaru yang sedang hangat dibicarakan oleh para pelaku industri,” sambung dia.
Kemajuan seperti itu merupakan bagian dalam merevolusi industri dengan spesialisasinya yang mudah dikelola dan ramah pengguna, yang memberikan keunggulan ekstra pada praktik bisnis dan pemasaran.
Namun, memang, pengiklan terkadang menghadapi tantangan untuk meningkatkan penjualan jangka pendek sekaligus membangun ekuitas merek, di mana mereka semakin beralih ke iklan digital karena hal ini terbukti efektif dan mampu mengoptimalkan kampanye mereka.
Inilah sebabnya, pasar periklanan digital di Indonesia diproyeksikan mencapai 2,55 miliar dolar AS pada tahun 2023, di mana 70 persen dari total belanja iklan akan dihasilkan melalui mobile pada tahun 2027.
Selain itu, dapat diharapkan bahwa dengan Infrastruktur Tanpa Cookie, periklanan kontekstual berbasis data telah mulai mengisyaratkan di mana perusahaan teknologi, pengiklan, dan penerbit menganggapnya layak dan karenanya juga berfokus pada data pihak pertama.
Selain itu, dengan teknologi AI/ML yang berkembang seiring dengan pertumbuhan pemahaman depth of page-level yang mendalam, penargetan kontekstual memanfaatkan teknologi mutakhir untuk menjadi lebih tepat tanpa melanggar privasi pengguna.
Oleh karena itu, Adtech akan menjadi lebih otomatis di tahun-tahun mendatang, dengan penargetan yang lebih baik dan integrasi yang lebih dalam di mana tren untuk tahun 2023 meliputi Machine learning, Forst-party data, OEM marketing, influencer marketing, Omnichannel marketing, Rich Media Banner (interaktif) dan Local targeting.
Strategi-strategi tersebut dapat membantu pengiklan meningkatkan kampanye dan memaksimalkan ROAS.
“Saya ingin mengatakan bahwa OEM akan menjadi terobosan bagi ekosistem digital selanjutnya karena teknologi baru ini adalah hal besar berikutnya bagi pemasar, terutama campaign manager dan app developer di tahun 2023 dan seterusnya,” ungkap Edo.
Ini karena OEM terkemuka dunia sudah memiliki lebih dari 45 persen pangsa pasar yang akan menjadi lebih kuat karena kemajuan dan perkembangan teknologi yang berorientasi pada hasil, yang mendorong pemilik merek dan manajer kampanye untuk memanfaatkan periklanan OEM.
--
Baca tanpa iklan