Laporan Wartawan Tribunnews, Mikael Dafit Adi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM, STOCKHOLM – Platform streaming musik yang berbasis di Swedia, Spotify kembali mengumumkan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap dua persen tenaga kerjanya atau sekitar 200 karyawan.
Dilansir dari Reuters, pemangkasan tersebut akan memengaruhi karyawan yang berada di divisi podcast Spotify.
“Ini keputusan yang sulit, tetapi kami perlu menata kembali strategi untuk bisa mencapai profitabilitas,” ujar Sahar Elhabashi, kepala bagian bisnis podcast Spotify.
Baca juga: Usai PHK 7.000 Karyawan, Induk Shopee Bubarkan Divisi Investasi Buntut Krisis Ekonomi Global
Elhabashi menambahkan, perusahaan akan menggabungkan studio Parcast dan Gimlet menjadi satu divisi Spotify Studios, yang akan memproduksi karya asli Spotify.
Awal tahun ini, Spotify juga telah memangkas 6 persen karyawannya dan mengumumkan kepergian Dawn Ostroff, yang membantu membentuk bisnis podcastnya.
“Perusahaan sekarang akan mengambil pendekatan yang disesuaikan untuk setiap pertunjukan dan pencipta, dibandingkan dengan pendekatan seragam yang diikuti sebelumnya,” kata Elhabashi.
Spotify telah menghabiskan banyak uang untuk membangun bisnis podcastnya dalam beberapa tahun terakhir, berharap tingkat keterlibatan yang lebih tinggi yang ditawarkan oleh format tersebut akan mendatangkan lebih banyak pengiklan.
Namun, strategi itu justru membuat meningkatnya biaya operasional perusahaan, yang tumbuh dua kali lipat dari kecepatan pendapatannya tahun lalu.
Baca tanpa iklan