News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penggunaan Sistem Manajemen Basis Data Relasional Membutuhkan Sertifikasi

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERLU SDM MUMPUNI - CEO PT OSPX Inovasi Teknologi, Julyanto Sutandang. Pengelolaan basis data pada sistem-sistem penting membutuhkan tenaga profesional yang benar-benar memahami tanggung jawabnya.

Ringkasan Berita:

  • Penggunaan sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) Postgres pada sistem bermisi kritis terus menunjukkan peningkatan, terutama di sektor perbankan dan dunia usaha.
  • Selain unggul dari sisi keamanan, stabilitas, dan efisiensi biaya, penggunaan RDBMS Postgres membutuhkan dukungan SDM kompeten.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penggunaan sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) Postgres pada sistem bermisi kritis terus menunjukkan peningkatan, terutama di sektor perbankan dan dunia usaha.

Postgres dinilai sebagai solusi andal karena mampu menghadirkan tingkat keamanan dan stabilitas sistem yang tinggi. Selain itu, penggunaan Postgres juga membantu perusahaan menghindari ketergantungan pada satu vendor tertentu.

Dari sisi biaya, Postgres dinilai lebih efisien dan rasional untuk jangka panjang. Namun demikian, teknologi yang baik tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

CEO PT OSPX Inovasi Teknologi, Julyanto Sutandang, menegaskan bahwa pengelolaan basis data pada sistem-sistem penting membutuhkan tenaga profesional yang benar-benar memahami tanggung jawabnya.

“Karena itu, perusahaan membutuhkan acuan yang jelas untuk memastikan pengelolaan Postgres dilakukan oleh SDM yang terlatih dan dapat dipercaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, sertifikasi Postgres menjadi kebutuhan nyata bagi dunia usaha di Indonesia.

Sertifikasi ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi perusahaan maupun seluruh pihak yang menggunakan Postgres dalam operasional bisnisnya.

"Sertifikasi tersebut berfungsi sebagai alat ukur kemampuan bagi para profesional IT, sekaligus memberikan rasa aman bagi perusahaan dalam mengelola sistem basis data yang krusial," katanya.

Baca juga: Microsoft Hentikan Layanan Cloud untuk Militer Israel, Data Pribadi Warga Palestina Diawasi Ilegal

Bagi para profesional, sertifikasi menjadi bentuk pengakuan atas kompetensi sekaligus nilai tambah dalam pengembangan karier.

Sementara bagi perusahaan, sertifikasi menghadirkan kepastian bahwa sistem penting mereka dikelola oleh tenaga yang kompeten, andal, dan berpengalaman.

Saat ini, tersedia tiga jenjang sertifikasi yang dapat diikuti, yakni Community, Associate, dan Professional. Setiap tingkatan dirancang untuk menyesuaikan kemampuan serta pengalaman peserta, sehingga kompetensi dapat dinilai secara bertahap dan objektif.

Sebagai sertifikasi tingkat awal, level Community bersifat terbuka dan dapat diikuti oleh siapa saja tanpa biaya. Sertifikasi ini juga menjadi pintu masuk untuk mengikuti jenjang lanjutan.

"Peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat elektronik sebagai bukti keahlian, sehingga memudahkan perusahaan dalam menilai kompetensi profesional yang mengelola sistem mereka," katanya.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini