News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

GADGET

Cara Kerja Ask App Not to Track di iPhone dan Efektivitasnya di 2025

Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

IPHONE - Fitur “Ask App Not to Track” di iPhone sering disalahpahami. Apa fungsinya dan seberapa efektif melindungi privasi?

TRIBUNNEWS.COM - Fitur “Ask App Not to Track” kerap muncul saat pengguna iPhone membuka aplikasi baru. 

Meski sudah diperkenalkan sejak beberapa tahun lalu, masih banyak pengguna yang belum benar-benar memahami arti dan dampak dari pilihan tersebut terhadap privasi mereka.

Apple pertama kali meluncurkan App Tracking Transparency (ATT) pada iOS 14.5 tahun 2021. 

Langkah ini dianggap sebagai titik balik besar dalam perlindungan privasi pengguna, karena untuk pertama kalinya Apple mewajibkan pengembang aplikasi meminta izin sebelum melacak aktivitas pengguna lintas aplikasi dan situs web pihak ketiga. 

Kebijakan ini dibahas secara mendalam dalam laporan Security Bite yang dimuat oleh 9to5mac.

Saat sebuah aplikasi menampilkan notifikasi “Allow App to Track” atau “Ask App Not to Track”, pengguna dihadapkan pada dua pilihan yang konsekuensinya cukup besar. 

Jika memilih “Allow”, aplikasi diizinkan mengumpulkan dan membagikan berbagai data pribadi, seperti usia, jenis kelamin, lokasi, kebiasaan penggunaan, hingga interaksi iklan. 

Data ini sangat bernilai bagi pengiklan untuk membangun profil pengguna secara detail.

Sebaliknya, ketika pengguna memilih “Ask App Not to Track”, aplikasi tidak diizinkan mengakses IDFA (Identifier for Advertisers). 

IDFA adalah kode unik yang memungkinkan perusahaan mengaitkan aktivitas pengguna di berbagai aplikasi. 

Dengan pemblokiran ini, pelacakan lintas aplikasi menjadi jauh lebih sulit karena akses dihentikan langsung di tingkat sistem iOS.

Baca juga: 5 Fitur Baru yang Akan Hadir di iPhone 18 Pro Mendatang, Ini Bocorannya

Namun, seperti dijelaskan oleh 9to5mac, pilihan ini tidak berarti pengguna sepenuhnya bebas dari pelacakan. 

Apple menggunakan kata “Ask” karena secara teknis perusahaan tidak bisa memastikan pengembang tidak menggunakan metode lain, seperti alamat IP, email, atau nomor telepon yang diberikan secara sukarela oleh pengguna di dalam aplikasi.

Lalu, seberapa efektif ATT di tahun 2025? Data menunjukkan dampaknya cukup signifikan. 

Sebelum ATT diterapkan, sekitar 73 persen pengguna iOS di Amerika Serikat dapat dilacak oleh pengiklan. 

Setelah ATT berjalan, angka tersebut turun drastis menjadi sekitar 18 persen. 

Perusahaan teknologi besar seperti Meta bahkan disebut mengalami kerugian miliaran dolar akibat berkurangnya akses data iklan, sebagaimana dilaporkan 9to5mac.

Meski begitu, industri periklanan tidak tinggal diam. Metode pelacakan alternatif seperti device fingerprinting dan iklan kontekstual kini semakin banyak digunakan. 

Teknik ini memanfaatkan informasi perangkat dan aktivitas dalam aplikasi, meskipun dinilai kurang akurat dibandingkan IDFA.

Kesimpulannya, “Ask App Not to Track” tetap efektif mengurangi pelacakan lintas aplikasi, meski bukan solusi mutlak. 

Kebijakan ini membuat pelacakan menjadi lebih sulit dan mahal, sekaligus memberi pengguna kendali lebih besar atas data pribadi mereka, sesuai dengan tujuan awal Apple seperti diulas oleh 9to5mac.

(Tribunnews.com/Widya)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini