TRIBUNNEWS.COM - Apple memperingatkan jutaan pengguna perangkat iPhone dan iPad untuk segera melakukan pembaruan penting pada perangkat milik mereka.
Hal ini terjadi menyusul dugaan adanya risiko serangan siber yang menargetkan informasi keuangan bagi penggunanya.
Adapun risiko ini disebabkan oleh adanya celah keamanan pada sistem Apple yang baru saja terungkap.
Dikutip dari Fox news, raksasa teknologi asal Cupertino, California tersebut, baru-baru ini mengonfirmasi adanya dua kerentanan kritis pada WebKit yang membuka celah bagi peretasan.
Adapun dua program yang rentan disasar hacker tersebut, adalah mesin penjelajah (browser engine) yang menjalankan Safari serta seluruh peramban di sistem iOS.
Laporan dari Fox News menyebutkan, celah sistem ini dimanfaatkan dalam sebuah serangan canggih yang menyasar pada informasi keuangan yang dimiliki pengguna perangkat Apple tersebut.
Kerentanan sistem keamanan iOS ini memungkinkan situs web berbahaya mengelabui produk Apple untuk menjalankan kode berbahaya secara otomatis.
Begitu kode tersebut berjalan, peretas dapat mengambil alih kendali atas perangkat yang terdampak dan mencuri data sensitif, seperti kata sandi atau password dan informasi pembayaran atau detail kartu kredit
Meskipun Apple telah merilis perbaikan (patch) dalam pembaruan perangkat lunak terbarunya, diperkirakan sekitar separuh dari total pengguna Apple belum memasang pembaruan tersebut.
Perbaikan ini disertakan dalam iOS 26, namun laporan menyebutkan bahwa hampir 800 juta perangkat kemungkinan masih dalam risiko.
Baca juga: Desain iPhone 20th Anniversary Dipertanyakan, Dynamic Island Masih Bertahan
Berikut adalah daftar model perangkat yang paling berisiko terkena serangan:
- iPhone 11 dan versi setelahnya
- iPad Pro 12,9 inci generasi ke-3 dan setelahnya
- iPad Pro 11 inci generasi ke-1 dan setelahnya
Baca tanpa iklan