Ringkasan Berita:
- AirTag 2 sudah dirilis, namun Indonesia masuk daftar peluncuran tahap berikutnya
- Ada peningkatan jarak pelacakan, speaker, dan dukungan Apple Watch
- Harga tetap sama, dengan fitur keamanan dan Find My yang masih dipertahankan
TRIBUNNEWS.COM - Apple resmi memperkenalkan AirTag generasi kedua atau AirTag 2.
Perangkat pelacak terbaru ini sudah bisa dipesan di Amerika Serikat dan puluhan negara lain.
Namun, peluncurannya tidak dilakukan serentak di seluruh dunia.
Berdasarkan informasi dari situs resmi Apple, AirTag 2 akan tersedia lebih belakangan di sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Artinya, konsumen di negara-negara tersebut masih harus menunggu hingga Apple membuka pemesanan secara resmi.
Negara yang masuk dalam daftar peluncuran tahap berikutnya antara lain:
- Brasil
- Indonesia
- Malaysia
- Filipina
- Singapura
Baca juga: Sambut Tahun Baru, Apple Bagi-bagi AirTag Khusus dan Gift Card di Jepang
- Korea Selatan
- Taiwan
- Thailand
- Vietnam
Untuk Korea Selatan, Apple menyebut pemesanan AirTag 2 akan mulai dibuka pada 28 Januari waktu setempat.
Sementara di negara lain, termasuk Indonesia, Apple hanya memberikan keterangan “coming soon” tanpa tanggal pasti.
Sumber informasi ini dilaporkan oleh MacRumors, yang mengutip langsung keterangan dari situs resmi Apple.
Setelah penantian sekitar lima tahun sejak generasi pertama, Apple akhirnya menghadirkan AirTag 2 dengan sejumlah peningkatan.
Secara desain, AirTag 2 masih terlihat sama seperti versi sebelumnya, namun ada pembaruan di sisi teknologi dan fungsi.
Beberapa fitur baru AirTag 2 antara lain:
- Menggunakan chip Ultra Wideband (UWB) generasi kedua
- Jangkauan Precision Finding hingga 1,5 kali lebih jauh
- Precision Finding kini bisa digunakan di Apple Watch Series 9 dan Apple Watch Ultra 2
- Speaker hingga 50 persen lebih keras sebagai fitur keamanan tambahan
- Spesifikasi Bluetooth lebih baru dengan jangkauan lebih luas
Selain itu, Apple juga memperbarui desain internal AirTag 2 untuk menyesuaikan speaker baru.
Berat perangkat kini menjadi 11,8 gram atau sekitar tujuh persen lebih berat dibanding versi sebelumnya.
AirTag 2 tetap menggunakan baterai CR2032 dengan daya tahan lebih dari satu tahun.
Perangkat ini juga masih memanfaatkan jaringan Find My, termasuk mode hilang (Lost Mode) dan fitur NFC untuk mengidentifikasi pemilik barang.
Apple menegaskan kembali bahwa AirTag 2 ditujukan untuk melacak barang, bukan manusia atau hewan peliharaan.
Meski begitu, penggunaan di lapangan sering kali berbeda dari tujuan resmi tersebut.
AirTag 2 dibanderol dengan harga yang sama seperti generasi pertama, yakni 29 dolar AS per unit atau 99 dolar AS untuk paket isi empat, termasuk layanan ukiran gratis.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan