TRIBUNNEWS.COM - Samsung Galaxy Z TriFold mencuri perhatian pasar setelah diluncurkan di Amerika Serikat.
Ponsel lipat terbaru Samsung ini dilaporkan langsung terjual habis hanya dalam hitungan menit meskipun dibanderol dengan harga tinggi, yakni sekitar 2.900 dolar AS.
Dilansir dari Phone Arena, keberhasilan penjualan Galaxy Z TriFold dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah daya tarik desain inovatif yang ditawarkan perangkat tersebut.
Ponsel ini menjadi smartphone Android pertama di Amerika Serikat yang menggunakan konsep lipat tiga atau tri-fold.
Dalam sebuah survei yang dilakukan untuk mengetahui alasan ponsel tersebut cepat habis, mayoritas responden menyebut faktor keunikan desain sebagai penyebab utama tingginya minat konsumen.
Hasil survei menunjukkan sekitar 54,82 persen responden menilai Galaxy Z TriFold populer karena menghadirkan teknologi baru yang masih jarang ditemui di pasar smartphone.
Selain faktor inovasi, terdapat beberapa alasan lain yang disebutkan dalam survei, antara lain:
- Sekitar 30 persen responden menilai kesuksesan Galaxy Z TriFold karena statusnya sebagai ponsel Android tri-fold pertama di Amerika Serikat
- Sekitar 11 persen responden menganggap tingginya penjualan disebabkan antusiasme penggemar Samsung terhadap perangkat foldable terbaru
- Hanya sekitar 4,5 persen responden yang menilai harga ponsel tersebut sepadan dengan nilai yang ditawarkan
Keberhasilan Galaxy Z TriFold juga memberikan pelajaran penting bagi Samsung terkait preferensi pasar.
Baca juga: Samsung Galaxy Z TriFold Ludes Terjual dalam Hitungan Menit Meski Dibanderol Rp 40 Jutaan
Menurut laporan Phone Arena, popularitas seri Galaxy Z Flip 7, Galaxy Z Fold 7, dan kini Galaxy Z TriFold menunjukkan bahwa konsumen tertarik pada perangkat yang menawarkan inovasi dan fungsi yang dianggap berguna dalam aktivitas sehari-hari.
Sebaliknya, perangkat berbasis Extended Reality (XR) seperti Apple Vision Pro dan Galaxy XR disebut belum mendapatkan popularitas yang sama dengan smartphone.
Hal ini dinilai karena teknologi XR belum menjadi kebutuhan utama bagi sebagian besar pengguna.
Samsung sendiri disebut mulai mengembangkan inovasi lain untuk perangkat masa depan. Salah satu yang sedang disiapkan adalah Galaxy S26 Ultra yang dikabarkan akan memiliki layar dengan fitur privasi.
Teknologi tersebut memungkinkan layar ponsel tidak mudah dilihat oleh orang lain di sekitar pengguna.
Selain itu, pengembangan teknologi baterai berbasis silikon-karbon juga disebut menjadi salah satu inovasi yang berpotensi diterapkan pada perangkat Samsung di masa mendatang.
Teknologi ini dinilai dapat meningkatkan kapasitas baterai sekaligus mempertahankan ukuran perangkat yang tetap ramping.
Menurut laporan Phone Arena, keberhasilan Galaxy Z TriFold menunjukkan bahwa pasar smartphone masih memiliki ruang besar untuk inovasi desain dan teknologi baru.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan