Ringkasan Berita:
- Spotify rilis fitur Smart Reorder untuk pelanggan Premium.
- Lagu diurutkan ulang berdasarkan BPM dan key agar transisi lebih halus.
- Fitur ini hadir di tengah persaingan dengan Apple Music AutoMix.
TRIBUNNEWS.COM - Layanan streaming musik Spotify meluncurkan fitur terbaru bernama Smart Reorder.
Fitur ini dirancang untuk membuat perpindahan antar lagu di dalam playlist terdengar lebih halus dan menyatu.
Fitur tersebut saat ini tersedia untuk pelanggan Premium.
Dengan Smart Reorder, Spotify dapat mengatur ulang urutan lagu secara otomatis berdasarkan dua elemen utama dalam musik, yaitu beats per minute (BPM) dan key.
BPM adalah ukuran kecepatan lagu, sedangkan key merujuk pada tangga nada dasar sebuah lagu.
Dua faktor ini sangat berpengaruh terhadap kenyamanan saat lagu berpindah.
Jika tempo dan nada dasar antar lagu terlalu berbeda, transisi bisa terasa mendadak.
Melalui Smart Reorder, sistem akan:
- Menganalisis BPM setiap lagu
- Mengidentifikasi key atau tangga nada
- Mengelompokkan lagu dengan tempo dan karakter suara yang serupa
- Mengatur ulang urutan agar transisi lebih mulus
Baca juga: Harga Spotify Naik Lagi, Apple Music Sindir Lewat Media Sosial
Spotify menyebut penggunaan fitur ini cukup sederhana dengan dua langkah:
- Ketuk tombol “Mix” pada salah satu playlist
- Pilih “Edit” lalu aktifkan Smart Reorder
Setelah itu, daftar lagu akan otomatis diatur ulang agar lagu dengan tempo dan karakter musik yang mirip berada berdekatan.
Fitur ini melanjutkan pengembangan Spotify sebelumnya yang memungkinkan penyesuaian titik transisi antar lagu sejak tahun lalu.
Artinya, Spotify terus berupaya meningkatkan pengalaman mendengarkan tanpa gangguan perpindahan lagu yang terasa kasar.
Persaingan antar layanan streaming musik saat ini memang semakin ketat.
Selain Spotify, Apple Music juga menghadirkan peningkatan besar melalui fitur AutoMix yang diperkenalkan bersama iOS 26.
Fitur tersebut memungkinkan transisi lagu berlangsung otomatis tanpa pengaturan manual dari pengguna.
Dengan hadirnya Smart Reorder, Spotify menegaskan fokusnya pada peningkatan kualitas pengalaman mendengarkan.
Perubahan ini tidak mengubah isi playlist, tetapi hanya menyusun ulang lagu agar lebih selaras secara ritme dan nada.
Langkah ini menunjukkan bahwa inovasi di industri streaming musik kini tidak hanya soal katalog lagu atau harga berlangganan, tetapi juga bagaimana teknologi digunakan untuk menciptakan pengalaman audio yang lebih nyaman.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan