News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Lebaran 2026

Menkomdigi Minta Masyarakat Waspadai Scamming di Marketplace Jelang Lebaran

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SCAMMING DI MARKETPLACE - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat bincang media di rumah dinas kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026) malam. Meutya meminta publik berhati-hati terhadap aktivitas scamming di aplikasi marketplace.

Ringkasan Berita:

  • Masyarakat diminta mewaspadai maraknya aktivitas scamming di berbagai platform marketplace serta praktik penyedia fake BTS menjelang Lebaran ini.
  • Masyarakat disarankan hanya berbelanja di situs-situs yang sudah terpercaya dan pemerintah akan terus melakukan penyisiran praktk kejahatan digital.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital RI (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta masyarakat mewaspadai maraknya aktivitas scamming di berbagai platform marketplace menjelang Lebaran/Idul Fitri 144 Hijriah ini.

Meutya juga meminta masyarakat agar berhati-hati terhadap penyedia jaringan internet berwujud fake Base Transceiver Station (BTS).

"Tentu yang pertama kita harus memahami dulu bahwa namanya mau apa namanya lebaran itu pasti scam akan bertambah. Termasuk kayak fake BTS itu juga," kata Meutya saat bincang media di rumah dinasnya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026) malam.

Salah satu upaya mitigasi yang harus dilakukan kata politikus Partai Golkar tersebut yakni, dengan mempercayakan pembelian online melalui aplikasi resminya.

Meutya tidak menampik kalau potensi aktivitas scamming akan sangat tinggi di akhir-akhir waktu belakangan ini.

"Untuk e-commerce tentu belanjanya di situs-situs yang memang sudah terpercaya. Jadi mungkin itu aja dan juga pemahaman bahwa hati-hati selalu hati-hati ini pasti akan naik," kata dia.

Baca juga: WNA China Jadi Buron Kasus Love Scamming di Sleman, Sewa Rumah hingga Rekrut Karyawan

Meski begitu, pemerintah kata Meutya Hafid tidak akan tinggal diam, pihaknya dipastikan melakukan penyisiran terhadap tindakan digital yang mencurigakan.

Kata dia, biasanya pelaku scam akan melancarkan aksinya melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp ataupun SMS. Kedua aplikasi pesan itu diminta Meutya untuk diwaspadai penggunaannya beberapa waktu belakangan ini.

Baca juga: Kenal Cewek di Aplikasi Kencan, Diajak Video Call Lalu Diperas, Waspada Penipuan Modus Love Scamming

"Kita mau melakukan penyisiran tapi kurang lebih kita akan memitigasi tidak hanya scam apa online tapi juga yang melewati SMS, WhatsApp, itu juga kita akan lakukan," kata dia.

"Jadi harus berhati-hati untuk memilah-milih WA yang masuk, sambungan, tautan yang diklik dan sebagainya," tandas Meutya.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini