Ringkasan Berita:
- Apple beri bonus hingga Rp6,36 miliar untuk desainer iPhone
- Langkah ini untuk menahan karyawan dari perekrutan OpenAI
- Bonus diberikan dalam bentuk saham dengan masa 4 tahun
TRIBUNNEWS.COM - Perusahaan teknologi Apple dilaporkan memberikan bonus besar kepada tim desainer iPhone sebagai upaya mempertahankan talenta mereka dari perekrutan agresif perusahaan lain, termasuk OpenAI.
Berdasarkan laporan MacRumors dan 9to5Mac yang mengutip Bloomberg, bonus tersebut diberikan dalam bentuk restricted stock units (RSU) atau saham terbatas yang akan cair dalam jangka waktu empat tahun.
Nilai bonus yang diberikan tidak kecil, yakni berkisar antara 200.000 dolar AS hingga 400.000 dolar AS.
Jika dikonversikan ke rupiah, nilai tersebut setara dengan sekitar:
- 200.000 dolar AS ≈ Rp3,18 miliar
- 400.000 dolar AS ≈ Rp6,36 miliar
Bonus ini diberikan di luar jadwal bonus rutin perusahaan atau disebut “out-of-cycle”, yang menandakan langkah khusus untuk merespons kondisi tertentu, yakni meningkatnya perekrutan karyawan Apple oleh perusahaan pesaing.
- Alasan Pemberian Bonus
- Menahan karyawan agar tidak pindah ke perusahaan lain
- Merespons perekrutan agresif dari startup teknologi
- Menjaga stabilitas tim desain produk
Baca juga: Apple Buka Pre-Order AirPods Max 2, Mulai Dikirim April 2026
Langkah ini diambil karena kekhawatiran Apple terhadap banyaknya insinyur dan desainer yang direkrut oleh perusahaan lain, terutama OpenAI.
Bahkan, dilaporkan lebih dari 40 mantan karyawan Apple telah bergabung dengan OpenAI untuk mengembangkan produk perangkat keras.
Beberapa nama penting juga ikut berpindah, termasuk Jony Ive yang sebelumnya dikenal sebagai sosok kunci di balik desain produk Apple.
Selain itu, mantan eksekutif Apple lainnya juga kini memegang posisi penting di OpenAI.
Meski bonus yang diberikan Apple tergolong besar, laporan menyebutkan bahwa angka tersebut masih lebih kecil dibandingkan tawaran dari perusahaan pesaing.
Dalam beberapa kasus, perusahaan seperti OpenAI disebut memberikan kompensasi hingga 1 juta dolar AS per tahun dalam bentuk saham kepada insinyur yang direkrut.
Jika dikonversikan: 1 juta dolar AS ≈ Rp15,9 miliar per tahun
Namun, bonus dari Apple memiliki syarat tertentu. Karyawan harus tetap bekerja selama empat tahun untuk mendapatkan nilai penuh dari saham tersebut.
Jika keluar lebih awal, maka sebagian bonus bisa hilang.
- Skema Bonus
- Diberikan dalam bentuk saham (RSU)
- Berlaku selama 4 tahun (vesting period)
- Harus tetap bekerja untuk menerima penuh
Ini bukan pertama kalinya Apple melakukan langkah serupa. Pada tahun 2021 dan 2022, perusahaan juga pernah memberikan bonus saham kepada tim teknik dan operasional untuk mencegah gelombang perpindahan karyawan.
Kondisi ini mencerminkan semakin ketatnya persaingan dalam industri teknologi, khususnya dalam perebutan talenta di bidang kecerdasan buatan dan pengembangan perangkat keras.
Perusahaan besar kini tidak hanya bersaing dalam produk, tetapi juga dalam mempertahankan sumber daya manusia terbaik mereka.
Disclaimer: Konversi kurs menggunakan estimasi 1 dolar AS = Rp15.900. Nilai dapat berubah sesuai kurs harian.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan