TRIBUNNEWS.COM - Perusahaan teknologi Samsung dikabarkan akan menaikkan harga sejumlah ponsel premium miliknya mulai awal April 2026.
Kebijakan ini disebut akan pertama kali diterapkan di Korea Selatan, dan kemungkinan dipicu oleh kondisi pasar komponen yang sedang mengalami tekanan.
Dalam beberapa bulan terakhir, industri teknologi global menghadapi masalah kelangkaan RAM dan penyimpanan.
Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya kebutuhan perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI), yang mendorong permintaan komponen menjadi lebih tinggi dari biasanya.
Daftar Ponsel yang Terdampak
Berdasarkan laporan, ada tiga model ponsel premium Samsung yang akan mengalami kenaikan harga:
- Samsung Galaxy Z Fold 7
- Samsung Galaxy Z Flip 7
- Samsung Galaxy S25 Edge
Ketiga perangkat tersebut memang termasuk dalam kategori ponsel dengan harga tertinggi di lini Samsung saat ini.
Baca juga: Samsung Rilis Aplikasi Hearapy, Atasi Mabuk Perjalanan dengan Suara
Detail Kenaikan Harga
Kenaikan harga disebut tidak berlaku untuk semua varian. Berikut rinciannya:
- Model dengan penyimpanan 512GB naik sekitar 100.000 won (sekitar Rp1 jutaan).
- Varian 1TB khusus Galaxy Z Fold 7 naik hampir 200.000 won.
- Model dasar 256GB tidak mengalami perubahan harga.
Strategi ini dinilai sebagai cara untuk menjaga harga awal tetap terlihat stabil, sehingga tidak terlalu membebani konsumen yang mencari varian paling dasar.
Alasan di Balik Kenaikan
Ada beberapa faktor utama yang mendorong potensi kenaikan harga ini:
- Kelangkaan RAM dan storage akibat lonjakan kebutuhan server AI.
- Biaya produksi perangkat yang semakin tinggi.
- Tren global di mana banyak perusahaan teknologi mulai menaikkan harga produk.
Meski kenaikannya tidak terlalu besar dibandingkan produk lain di industri, langkah ini tetap menjadi perhatian karena menunjukkan arah harga smartphone yang cenderung meningkat.
Potensi Berlaku Global
Untuk saat ini, kenaikan harga baru direncanakan di Korea Selatan. Namun, ada kemungkinan kebijakan serupa akan diterapkan di pasar lain.
Sebelumnya, Samsung juga telah menaikkan harga pada beberapa seri lain seperti Galaxy A37 dan A57 di wilayah tertentu.
Jika kebijakan ini meluas ke pasar global, belum ada kepastian apakah skema kenaikan harga akan sama.
Perbedaan nilai tukar mata uang dan strategi pasar bisa membuat nominal kenaikan berbeda di setiap negara.
Secara keseluruhan, kondisi ini memperkuat tren bahwa harga smartphone, terutama di kelas premium, belum menunjukkan tanda-tanda akan turun dalam waktu dekat.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan