Hal ini diduga sebagai upaya pelaku untuk menghindari penegakan hukum di negara asalnya.
Salah satu aplikasi yang sempat disebut mengandung malware ini adalah “SwiftClean”, meskipun daftar lengkap lebih dari 50 aplikasi tidak dipublikasikan secara rinci.
Nama “NoVoice” sendiri diambil dari teknik yang digunakan malware tersebut, yakni memutar file audio tanpa suara agar dapat berjalan tanpa terdeteksi.
Pengguna Android diimbau untuk selalu berhati-hati saat mengunduh aplikasi, bahkan dari toko resmi.
Selain itu, penting untuk rutin memperbarui sistem keamanan perangkat guna menghindari ancaman serupa di masa depan.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan